Friday, 24 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Barantin dan Bea Cukai Bersinergi Perketat Pengawasan Barang Masuk dan Keluar

Oleh Yohanes July 24, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melancarkan kolaborasi strategis untuk memperkuat pengawasan arus barang ekspor dan impor. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk menutup celah penyelundupan dan meningkatkan biosekuriti di seluruh pintu masuk Indonesia.

Sinergi kedua lembaga negara ini difokuskan pada penyusunan skema pengawasan bersama yang komprehensif. Tujuannya adalah memastikan setiap komoditas yang masuk maupun keluar dari wilayah Indonesia telah memenuhi standar keamanan dan regulasi yang berlaku, terutama terkait pencegahan masuknya hama, penyakit, dan produk ilegal.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, menegaskan komitmennya dalam kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa, “Pengawasan gabungan ini adalah upaya kita untuk mengamankan negara dari potensi ancaman yang dibawa oleh barang-barang ilegal, baik yang masuk maupun yang keluar dari Indonesia.” Pernyataan ini disampaikan Askolani dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Barantin dan DJBC di Jakarta, pada Selasa, 23 Mei 2023.

Lebih lanjut, Askolani menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya menyasar pada barang-barang yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, tetapi juga pada barang-barang yang dapat merugikan perekonomian negara. Bea Cukai, dengan kewenangannya dalam pengawasan kepabeanan, akan bekerja sama erat dengan Barantin untuk mendeteksi dan mencegah peredaran barang-barang yang tidak sesuai standar.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Bambang, menekankan pentingnya penguatan biosekuriti. Ia menjelaskan bahwa, “Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap masuknya hama dan penyakit dari luar negeri. Oleh karena itu, penguatan sistem karantina dan pengawasan di border sangatlah krusial.” Bambang juga berharap agar sinergi ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Melalui pengawasan bersama ini, diharapkan berbagai modus operandi penyelundupan dapat diminimalisir. Keduanya akan mengintegrasikan sistem informasi dan berbagi data intelijen untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini. Kolaborasi ini juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pelaksanaan operasi gabungan di lapangan.

Penandatanganan kesepakatan ini merupakan tonggak penting dalam upaya perlindungan negara. Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan terpadu, Indonesia diharapkan dapat lebih aman dari ancaman penyelundupan dan menjaga kelestarian sumber daya alam serta produk-produk unggulannya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp