Koperasi sebagai Kunci Akselerasi Ekonomi Kreatif Daerah

Yohanes

LPDB Koperasi menggarisbawahi peran vital koperasi dalam ekosistem pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia, menekankan pentingnya dukungan akses pasar, pembiayaan, dan penguatan kapasitas pelaku usaha. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, saat membuka Pekan Kreatif Nusantara (PKN) 2026 yang berlangsung di GOR Jetayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada Kamis (18/6/2026).

Acara yang digelar hingga 21 Juni 2026 ini menjadi wadah strategis untuk menampilkan berbagai produk unggulan daerah, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi, serta pelaku ekonomi kreatif. Turut memeriahkan kegiatan ini adalah Festival Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang semakin memperkuat sinergi antar elemen ekonomi kerakyatan.

Krisdianto menyoroti Kota Pekalongan sebagai contoh nyata keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif yang bertumpu pada kekayaan budaya lokal. Selama 12 tahun berturut-turut, Pekalongan berhasil mempertahankan predikat Kota Kreatif Dunia dari UNESCO untuk kategori Kriya dan Seni Rakyat. "Capaian ini menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan kreativitas masyarakat sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah. Ini adalah prestasi yang patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia," ujar Krisdianto dalam siaran pers yang dirilis pada Sabtu (20/6/2026).

Penguatan fondasi ekonomi nasional, menurut Krisdianto, sangat bergantung pada produktivitas ekonomi rakyat. Oleh karena itu, kreativitas dan inovasi yang dimiliki masyarakat perlu didukung penuh melalui pembentukan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, koperasi hadir tidak hanya sebagai badan usaha semata, tetapi juga sebagai sarana krusial untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat. Prinsip gotong royong, kebersamaan, dan partisipasi aktif anggota menjadi pilar utama dalam memperkuat peran koperasi.

"Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat melalui prinsip gotong royong, kebersamaan, dan partisipasi," jelas Krisdianto lebih lanjut. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen strategis untuk memperkuat rantai pasok, membuka lebar akses pembiayaan, serta meningkatkan nilai tambah produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Dalam rangkaian PKN 2026, LPDB Koperasi juga menyediakan layanan Coaching Clinic Pembiayaan Dana Bergulir. Layanan ini dirancang khusus untuk memberikan pendampingan dan informasi mendalam kepada pengurus koperasi, pengelola KDKMP, dan para pelaku usaha lainnya. Fokusnya adalah memberikan pemahaman komprehensif mengenai akses pembiayaan yang tersedia, strategi tata kelola usaha yang efektif, hingga cara menyusun rencana pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Kehadiran LPDB Koperasi di Pekalongan menegaskan komitmen institusi ini untuk mendekatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat. "Kami ingin semakin banyak koperasi dan KDKMP yang memahami akses pembiayaan produktif sehingga mampu tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing," tegas Krisdianto. Ia meyakini bahwa koperasi dapat menjadi jembatan efektif bagi para pelaku ekonomi kreatif, mulai dari perajin, pelaku industri kuliner, desainer fesyen, hingga para seniman, untuk memperluas jaringan usaha mereka dan meningkatkan jangkauan pasar.

Pekan Kreatif Nusantara 2026 sendiri merupakan sebuah ekosistem yang komprehensif, menghadirkan berbagai elemen pendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Selain pameran produk unggulan daerah dan UMKM, kegiatan ini juga meliputi sesi business matching yang mempertemukan para pelaku usaha dengan calon mitra bisnis potensial. Workshop digitalisasi UMKM memberikan bekal keterampilan teknis yang relevan di era digital, sementara festival literasi keuangan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang bijak. Tak ketinggalan, pagelaran seni budaya turut memperkaya khazanah acara, menampilkan kekayaan tradisi dan kreativitas lokal.

Perhelatan PKN 2026 ini, yang dibuka secara resmi pada 18 Juni dan berlangsung hingga 21 Juni, diharapkan dapat memicu gelombang baru inovasi dan kolaborasi di sektor ekonomi kreatif, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi besar namun masih membutuhkan dorongan ekosistem yang lebih kuat. Dengan peran sentral koperasi yang terus diperkuat, cita-cita untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional semakin terbuka lebar.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All