Friday, 24 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Dupilumab dan Risiko Limfoma Kulit: Tinjauan Ilmiah Terkini

Oleh Rini Widiyarti July 24, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah studi terbaru yang dirilis pada tahun 2024 menimbulkan kekhawatiran baru mengenai hubungan antara penggunaan dupilumab, sebuah terapi untuk dermatitis atopik (AD), dengan peningkatan risiko limfoma sel T kutan. Kekhawatiran ini menjadi semakin mendesak ketika melibatkan pasien anak-anak.

Studi kohort retrospektif tersebut menemukan adanya kaitan antara penggunaan dupilumab (dengan merek dagang Dupixent dari Sanofi dan Regeneron) dengan risiko yang lebih tinggi terkena limfoma sel T kutan pada pasien yang menjalani pengobatan AD. Namun, pertanyaan krusial masih belum terjawab: apakah dupilumab benar-benar memicu penyakit ini, ataukah obat tersebut hanya ‘membuka kedok’ kasus yang sudah ada sebelumnya?

Perdebatan mengenai potensi hubungan antara terapi dupilumab untuk dermatitis atopik dan perkembangan limfoma sel T kutan telah lama menghiasi komunitas dermatologi. Munculnya data baru ini semakin memperkuat urgensi untuk memahami secara mendalam mekanisme di balik fenomena tersebut.

Healio sebelumnya melaporkan bahwa meskipun studi tahun 2024 memberikan indikasi adanya asosiasi, belum ada kesimpulan pasti mengenai kausalitas. Para peneliti terus berupaya membedakan antara efek samping langsung dari obat dan kemungkinan bahwa pasien yang memiliki kecenderungan terhadap limfoma sel T kutan menjadi lebih terdiagnosis saat menerima pengobatan AD dengan dupilumab.

Dupilumab sendiri telah diakui sebagai terobosan signifikan dalam penanganan dermatitis atopik. Namun, temuan studi ini menuntut penelitian lebih lanjut untuk mengklarifikasi risiko potensialnya, terutama dalam konteks keamanan jangka panjang dan pada populasi pasien yang rentan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp