Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hari ini mengonfirmasi bahwa ketersediaan stok masker secara nasional masih mencukupi. Pernyataan ini disampaikan menyusul laporan adanya kelangkaan masker yang dialami oleh masyarakat di tingkat penjual eceran. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk membeli masker sesuai dengan kebutuhan guna menjaga stabilitas pasokan.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, menegaskan bahwa permasalahan kelangkaan masker saat ini lebih bersifat sektoral dan terjadi pada level pengecer. Ia menjelaskan, “Stok masker kita untuk nasional itu masih ada, yang terjadi kelangkaan itu di tingkat penjual-penjual kecil atau eceran.”. Hal ini mengindikasikan bahwa distribusi atau penimbunan di tingkat tertentu mungkin menjadi penyebab utama terbatasnya ketersediaan di titik-titik penjualan akhir.
Syahril menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Ia menyarankan agar pembelian masker dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. “Jadi, kalau memang kebutuhan masyarakat itu banyak, kita harus beli sesuai kebutuhan, jangan sampai nanti ada yang menimbun,” ujar Syahril saat ditemui di kantor Kemenkes, Jakarta, pada Selasa (3/3/2020). Imbauan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penimbunan yang dapat memperparah kelangkaan di pasaran.
Lebih lanjut, Kemenkes terus memantau situasi ketersediaan masker dan memastikan rantai pasok tetap berjalan lancar. Upaya koordinasi dengan produsen dan distributor terus dilakukan untuk menjamin pasokan di seluruh wilayah Indonesia tetap stabil. Dengan pembelian yang rasional oleh konsumen, diharapkan kelangkaan yang bersifat sementara di tingkat eceran dapat segera teratasi dan ketersediaan masker kembali normal.
