Musim 2025-26 mencatat rekor baru dalam jumlah pertandingan sepak bola di Inggris dan Wales yang dilaporkan kepada polisi terkait insiden. Meskipun angka penangkapan berangsur kembali ke level sebelum pandemi COVID-19, peningkatan insiden ini membebani anggaran publik. Laporan tahunan dari Home Office yang dirilis Kamis lalu menunjukkan adanya kenaikan 4% dalam pertandingan yang melibatkan laporan “perilaku anti-sosial, kekerasan, dan kerusuhan terkait sepak bola”.
Secara rinci, tercatat 1.644 pertandingan yang dilaporkan mengalami insiden, naik dari 1.580 pertandingan pada musim sebelumnya. Data ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi kepolisian dalam menjaga ketertiban di stadion dan sekitarnya. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa terdapat rata-rata empat penangkapan untuk setiap 100.000 orang yang menghadiri pertandingan.
Meningkatnya insiden ini mendorong pihak kepolisian untuk kembali menyuarakan perlunya klub-klub sepak bola Inggris untuk mengambil tanggung jawab lebih besar dalam menanggung beban keamanan. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan pada dana publik yang bersumber dari pajak masyarakat. Dengan lebih banyak pertandingan yang memerlukan intervensi polisi, biaya operasional dan personel yang dikeluarkan oleh kepolisian semakin membengkak.
Home Office menekankan bahwa meskipun jumlah penangkapan individu mulai menunjukkan tren penurunan menuju normalitas pasca-pandemi, frekuensi insiden yang memerlukan laporan polisi justru mengalami peningkatan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum, yang berupaya mencari solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah ini. Kemitraan yang lebih erat antara klub, federasi sepak bola, dan kepolisian diharapkan dapat menghasilkan strategi yang lebih efektif.
