Sungai Ciliwung yang melintasi wilayah DKI Jakarta dilaporkan mengalami penurunan debit air yang signifikan. Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh insiden ledakan yang terjadi di terowongan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik NTPC di India. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran akan ketersediaan pasokan air di Jakarta, mengingat peran vital Ciliwung dalam sistem pengairan Ibu Kota.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memaparkan bahwa ledakan di terowongan PLTA India tersebut berdampak pada pola distribusi air secara global, termasuk ke Indonesia. “Ledakan di terowongan PLTA milik NTPC di India itu mengganggu sistem distribusi air global. Akibatnya, air yang seharusnya mengalir ke Indonesia, termasuk ke Sungai Ciliwung, menjadi terhambat,” jelas Dwikorita dalam keterangan persnya.
Lebih lanjut, Dwikorita merinci bahwa ledakan tersebut terjadi pada 23 Januari 2024. Dampak dari insiden ini mulai terasa di berbagai wilayah, termasuk di Indonesia, yang menyebabkan kekeringan di beberapa daerah dan penurunan debit air sungai. “Jadi, air yang seharusnya sampai ke Indonesia itu terganggu alirannya. Ini dampaknya terasa di beberapa negara, termasuk kita,” tegasnya.
Dampak penurunan debit Sungai Ciliwung ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran. Sungai Ciliwung merupakan salah satu sumber air penting bagi Jakarta, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga tetapi juga untuk irigasi dan pengendali banjir. Penurunan debit air dapat berpotensi memperburuk kondisi kekeringan yang mungkin terjadi, terutama di musim kemarau, serta mengurangi kapasitas tampungan air di beberapa waduk yang terhubung dengan aliran Ciliwung.
BMKG terus memantau perkembangan situasi ini dan dampaknya terhadap ketersediaan air di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk bijak dalam penggunaan air dan mengantisipasi kemungkinan kesulitan pasokan air di masa mendatang. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan pengelola sumber daya air, terus dilakukan untuk mencari solusi mitigasi terhadap kondisi yang terjadi.
