Amerika Serikat dan Arab Saudi secara resmi menandatangani kesepakatan pengembangan energi nuklir sipil pada hari Senin, 15 Mei 2017. Kesepakatan ini membuka pintu bagi potensi investasi senilai miliaran dolar di sektor energi kedua negara, namun juga memicu gelombang kritik dari Partai Demokrat di Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, menyambut baik penandatanganan kesepakatan tersebut. Ia menyatakan optimisme bahwa perjanjian ini akan memperkuat hubungan bilateral dan membuka peluang ekonomi yang signifikan. Trump juga secara spesifik menyebutkan bahwa Raja Salman dari Arab Saudi diizinkan untuk memiliki teknologi nuklir, sebuah pernyataan yang menggarisbawahi cakupan kesepakatan tersebut.
Perjanjian ini memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika untuk terlibat dalam pengembangan program nuklir sipil Arab Saudi. Hal ini mencakup potensi pembangunan reaktor nuklir dan penyediaan teknologi terkait. Bagi Arab Saudi, kesepakatan ini merupakan langkah strategis dalam diversifikasi sumber energinya, mengurangi ketergantungan pada minyak bumi.
Di sisi lain, Partai Demokrat menyuarakan keprihatinan mendalam terkait implikasi dari kesepakatan ini. Anggota Kongres dari Partai Demokrat, termasuk Anggota DPR Ted Lieu, telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran mereka. Ted Lieu, misalnya, dalam sebuah wawancara dengan CNN pada tanggal 15 Mei 2017, menyatakan, “Saya pikir kita harus sangat berhati-hati dalam memberikan teknologi nuklir kepada negara lain.” Kekhawatiran utama berpusat pada potensi penyalahgunaan teknologi nuklir untuk tujuan militer, meskipun kesepakatan ini secara eksplisit menekankan penggunaan sipil.
Trump sendiri tampaknya tidak terlalu ambil pusing dengan kritik tersebut. Ia berargumen bahwa kesepakatan ini penting untuk kepentingan ekonomi Amerika Serikat dan bahwa Amerika Serikat akan memastikan bahwa teknologi nuklir yang dikembangkan akan digunakan secara bertanggung jawab. Pernyataan Trump yang menyebutkan bahwa Raja Salman “boleh memiliki nuklir” mengindikasikan kepercayaan atau kesepakatan yang lebih luas mengenai akses Arab Saudi terhadap teknologi nuklir, meskipun fokus utama kesepakatan adalah energi sipil.
Kesepakatan ini diharapkan akan memicu gelombang investasi dari perusahaan-perusahaan energi Amerika ke Arab Saudi, serta sebaliknya. Nilai potensi investasi yang disebut-sebut mencapai miliaran dolar menunjukkan skala besar dari kerja sama yang terjalin antara kedua negara di bidang energi nuklir sipil.
