Thursday, 23 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Pilihan Hidrasi Pasca-Olahraga: Air Putih vs. Minuman Isotonik Menurut Dokter

Oleh Muzairi M July 23, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Pertanyaan mendasar mengenai pemulihan hidrasi setelah berolahraga, apakah cukup dengan air putih atau perlu minuman isotonik, terjawab oleh pakar. Jawabannya ternyata tidak sesederhana hanya mengandalkan air putih, terutama setelah aktivitas fisik yang intens.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, Dr. Grace Judio, MPH, menjelaskan bahwa kebutuhan tubuh pasca-olahraga tidak hanya sebatas mengganti cairan yang hilang. Keringat yang keluar saat berolahraga tidak hanya mengandung air, tetapi juga elektrolit penting seperti natrium dan kalium. Kehilangan elektrolit ini perlu segera diganti untuk menjaga keseimbangan cairan dan fungsi tubuh yang optimal.

Menurut Dr. Grace, “Minum air putih saja setelah berolahraga itu tidak cukup.” Pernyataan ini menekankan bahwa air putih memang esensial untuk rehidrasi, namun tidak mampu mengembalikan komponen lain yang terbuang bersama keringat. “Karena dalam keringat itu kan ada natriumnya, ada kaliumnya, jadi kalau kita kehilangan banyak keringat, maka kita kehilangan elektrolit,” tambahnya.

Oleh karena itu, minuman isotonik seringkali direkomendasikan sebagai solusi yang lebih komprehensif. Minuman jenis ini diformulasikan khusus untuk mengandung elektrolit dan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh untuk pemulihan energi. Kandungan elektrolit di dalamnya membantu menggantikan apa yang hilang melalui keringat, sementara karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi cepat.

Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua jenis olahraga memerlukan minuman isotonik. Untuk aktivitas fisik ringan hingga sedang yang tidak berlangsung lama, air putih biasanya sudah memadai. Rekomendasi ini lebih ditujukan bagi mereka yang melakukan olahraga berat, berdurasi panjang, atau berolahraga dalam kondisi cuaca panas di mana kehilangan cairan dan elektrolit cenderung lebih banyak.

Dr. Grace menekankan pentingnya mendengarkan respons tubuh masing-masing individu. “Jadi, kalau kita berolahraga itu kan pasti kita kan lebih banyak keringatnya, jadi kita harus melakukan rehidrasi dengan baik,” ujarnya. Pemilihan antara air putih dan minuman isotonik sebaiknya disesuaikan dengan intensitas, durasi, serta kondisi lingkungan saat berolahraga untuk memastikan pemulihan yang efektif dan optimal bagi tubuh.

Bagikan: Facebook X WhatsApp