Peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis masih terus dievaluasi. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, angkat bicara mengenai hal ini, menegaskan bahwa keputusan mengenai keterlibatan kedua institusi tersebut akan sangat bergantung pada kebutuhan dan efektivitas di lapangan.
Arief Prasetyo Adi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan kajian mendalam terkait sejauh mana sinergi antara Bapanas, TNI, dan Polri dapat dioptimalkan dalam program yang menyasar perbaikan gizi anak-anak Indonesia. “Jadi memang kita sedang melakukan kajian, kita lihat mana yang nanti akan kita libatkan,” ujarnya dalam sebuah kesempatan, seperti dikutip dari laman resmi Bapanas. Ia menambahkan bahwa fokus utama adalah memastikan program berjalan lancar dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Arief menguraikan bahwa keterlibatan TNI dan Polri dalam program semacam ini bukanlah hal baru. Kedua institusi tersebut kerap dilibatkan dalam berbagai program pemerintah yang membutuhkan jangkauan luas dan logistik yang kuat, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau. “Karena memang TNI dan Polri ini kan di seluruh Indonesia ada,” ungkap Arief. Keberadaan mereka dianggap sebagai aset strategis untuk mendistribusikan bantuan dan memastikan program sampai ke tangan penerima manfaat.
Namun demikian, Arief Prasetyo Adi menekankan bahwa partisipasi TNI dan Polri nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari setiap tahapan program Makan Bergizi Gratis. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas, efisiensi, dan dampak dari keterlibatan mereka. “Nanti kita lihat mana yang memang dibutuhkan. Kalau memang dibutuhkan, pasti kita libatkan,” tegasnya. Keputusan akhir akan diambil berdasarkan hasil kajian dan pertimbangan matang demi tercapainya tujuan program, yaitu meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu inisiatif prioritas pemerintah yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk potensi dukungan dari TNI dan Polri, menjadi elemen penting dalam memastikan keberhasilan program berskala nasional ini.
