Inter Miami secara resmi mengumumkan perekrutan gelandang veteran Casemiro sebagai pemain bebas transfer. Namun, sorotan kini tertuju pada Major League Soccer (MLS) yang tengah melakukan investigasi terhadap klub asal Florida Selatan tersebut atas dugaan pelanggaran regulasi dalam proses mendatangkan pemain asal Brasil itu.
Pemain berusia 32 tahun ini telah menandatangani kontrak berdurasi satu tahun yang akan berakhir pada penutupan musim 2027. Kontrak ini juga menyertakan opsi perpanjangan yang memungkinkan Casemiro bertahan di Inter Miami hingga musim 2028-29. Kepindahan ini terjadi di tengah penyelidikan MLS terhadap potensi praktik tampering atau campur tangan ilegal dalam proses transfer.
Pergantian format kompetisi MLS dari kalender musim semi-gugur ke musim gugur-musim semi pada tahun 2027-28 menjadi latar belakang kontrak Casemiro. Keputusan ini menambah kompleksitas dalam evaluasi transfer dan kepatuhan klub terhadap aturan liga. Pihak MLS belum merilis rincian spesifik mengenai temuan awal investigasi mereka, namun fokus utamanya adalah pada langkah-langkah yang diambil Inter Miami sebelum Casemiro resmi menjadi agen bebas.
Casemiro, yang sebelumnya bermain untuk Manchester United, meninggalkan klub Inggris tersebut setelah periode yang kurang memuaskan. Keputusannya untuk bergabung dengan Inter Miami menandai babak baru dalam kariernya, sekaligus memicu pertanyaan tentang bagaimana proses negosiasi dan kesepakatan transfer tersebut dilakukan, terutama terkait dengan aturan yang berlaku di MLS.
Pihak Inter Miami sendiri belum memberikan komentar resmi terkait investigasi yang sedang berlangsung. Namun, kehadiran Casemiro diharapkan dapat memperkuat lini tengah tim yang dilatih oleh Gerardo Martino, sekaligus menjadi daya tarik tambahan bagi para penggemar di Amerika Serikat. Keputusan akhir dari investigasi MLS ini diperkirakan akan memiliki implikasi penting bagi klub-klub lain dalam hal kepatuhan terhadap regulasi transfer di masa mendatang.
