Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan lahan-lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Bali sebagai salah satu opsi lokasi strategis untuk proyek Pertanian Futuristik Indonesia (PFII). Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menegaskan bahwa kajian mendalam sedang dilakukan untuk mengevaluasi potensi lahan-lahan tersebut.
Menurut Airlangga, pemilihan lokasi untuk PFII merupakan keputusan yang membutuhkan pertimbangan matang. Lahan-lahan BUMN di Bali dinilai memiliki potensi signifikan, baik dari segi infrastruktur maupun kesiapan lahan. “Lahan-lahan BUMN yang ada di Bali itu sedang kita kaji,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (29/5/2024).
Proyek PFII sendiri merupakan inisiatif besar yang bertujuan untuk memodernisasi sektor pertanian Indonesia melalui penerapan teknologi canggih. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan pertanian nasional, serta membuka peluang ekonomi baru di daerah.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya melihat dari sisi ketersediaan lahan, tetapi juga mempertimbangkan berbagai faktor lain yang krusial untuk keberhasilan PFII. “Kita masih melihat lagi, kan ada beberapa alternatif,” tambahnya. Keputusan akhir mengenai lokasi PFII akan diambil setelah melalui proses evaluasi yang komprehensif, memastikan bahwa pilihan tersebut paling optimal bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia.
