Keputusan yang dibuat di tingkat pusat transplantasi jantung diduga menjadi akar kesenjangan rasial dalam penerimaan tawaran pertama organ donor. Temuan ini diungkapkan oleh Khadijah Breathett, MD, MS, FACC, FAHA, FHFSA, bersama tim penelitinya.
Penelitian terbaru mereka menunjukkan adanya korelasi antara proporsi pasien rasial di sebuah pusat transplantasi dengan tingkat penerimaan tawaran pertama jantung donor. Pusat yang memiliki lebih banyak pasien kulit hitam dan lebih sedikit pasien kulit putih dilaporkan memiliki tingkat penerimaan tawaran pertama organ donor yang lebih rendah.
Sebaliknya, pusat yang didominasi pasien kulit putih dan memiliki lebih sedikit pasien kulit hitam menunjukkan tingkat penerimaan tawaran pertama yang lebih tinggi. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa proses pengambilan keputusan di setiap pusat transplantasi memegang peranan krusial dalam menciptakan atau memperkecil kesenjangan rasial yang ada.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Breathett secara konsisten meneliti disparitas dalam transplantasi jantung. Melalui analisis data yang mendalam, mereka menemukan bahwa faktor-faktor di tingkat pusat, bukan semata-mata karakteristik pasien, yang tampaknya memengaruhi apakah pasien menerima tawaran pertama jantung donor.
Temuan ini penting karena menyoroti perlunya evaluasi ulang terhadap protokol dan kebijakan di setiap pusat transplantasi jantung. Dengan memahami bagaimana keputusan di tingkat pusat berkontribusi terhadap disparitas, langkah-langkah perbaikan dapat dirancang untuk memastikan akses yang lebih adil bagi semua pasien yang membutuhkan transplantasi jantung, tanpa memandang ras mereka.
