Wednesday, 22 July 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Indonesia Uji Coba Bus Hidrogen-Diesel untuk Menekan Emisi Transportasi

Oleh Emanuel July 21, 2026 10 hours lalu 0 komentar

Indonesia mengambil langkah signifikan dalam upaya mengurangi emisi sektor transportasi dengan meluncurkan prototipe bus berbasis teknologi Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H2 DDF). Inisiatif ini menandai fase awal penerapan hidrogen sebagai sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk moda transportasi publik di tanah air.

Pengembangan bus H2 DDF ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Pertamina (Persero) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Proyek ini diresmikan pada Kamis, 27 Oktober 2022, di Grha Pertamina, Jakarta, yang menandakan dimulainya uji coba operasional kendaraan ini.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi ini. “Pertamina terus berupaya melakukan inovasi dalam pengembangan energi terbarukan, salah satunya melalui pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar transportasi,” ujar Nicke. Ia menambahkan bahwa proyek ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai target penurunan emisi karbon.

Bus H2 DDF ini dirancang untuk mengintegrasikan dua jenis bahan bakar, yaitu solar (diesel) dan hidrogen. Penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar tambahan diharapkan mampu menekan emisi gas buang secara signifikan dibandingkan dengan bus konvensional yang hanya menggunakan solar. Teknologi dual fuel ini memungkinkan bus beroperasi dengan campuran kedua bahan bakar tersebut, yang diklaim lebih efisien dan ramah lingkungan.

Riset dan pengembangan teknologi H2 DDF ini telah berjalan sejak tahun 2021. Proyek ini melibatkan tim peneliti dari ITB yang ahli di bidang teknologi otomotif dan energi. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi transportasi yang berkelanjutan dan dapat diimplementasikan dalam skala yang lebih luas di masa depan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan, Umiyatun, turut mengapresiasi upaya ini. Ia menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan mendukung penuh pengembangan teknologi ramah lingkungan seperti bus H2 DDF. “Kami sangat antusias dengan inovasi ini dan berharap dapat segera melihat implementasinya di lapangan untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia,” tutur Umiyatun.

Uji coba operasional bus H2 DDF ini akan dilakukan dalam beberapa tahap untuk memastikan performa, efisiensi, dan keamanannya sebelum dapat dipertimbangkan untuk produksi massal. Keberhasilan uji coba ini akan menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam mewujudkan transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp