Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyatakan kesiapan dan antusiasmenya untuk kembali mengemban tugas sebagai tuan rumah penyelenggaraan turnamen sepak bola bergengsi, Piala Presiden, pada tahun 2026.
Keputusan ini mencerminkan kepercayaan terhadap infrastruktur dan pengalaman kota pahlawan dalam menggelar event olahraga berskala nasional. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara eksplisit menyampaikan komitmen ini, didukung oleh berbagai elemen pemerintah daerah.
“Kami siap menjadi tuan rumah Piala Presiden 2026,” ujar Eri Cahyadi, menegaskan kesiapan Pemkot Surabaya. Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan didasari oleh kesuksesan Surabaya dalam beberapa event serupa sebelumnya, yang menunjukkan kapasitasnya dalam menyediakan fasilitas memadai dan manajemen acara yang baik.
Lebih lanjut, Pemkot Surabaya juga berencana untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan pada stadion kebanggaan warga, Gelora Bung Tomo (GBT). Fasilitas-fasilitas di GBT akan terus ditingkatkan agar memenuhi standar internasional, sejalan dengan aspirasi Surabaya untuk menjadi pusat olahraga di Indonesia. Kesiapan ini mencakup aspek teknis, keamanan, hingga pelayanan bagi tim peserta dan penonton.
Rencana ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk masyarakat pecinta sepak bola di Surabaya yang berharap kota mereka dapat kembali menjadi pusat perhatian dalam kancah sepak bola nasional. Dengan pengalaman sebelumnya, Surabaya diharapkan mampu menyajikan gelaran Piala Presiden 2026 yang lancar, meriah, dan berkesan.
