Dunia sepak bola Inggris berduka atas kepergian salah satu ikonnya, Kevin Keegan. Mantan pemain dan manajer legendaris ini menghembuskan napas terakhirnya pada usia 75 tahun, setelah berjuang melawan kanker stadium empat yang dideritanya.
Keegan, yang dikenal dengan karisma dan gaya bermainnya yang memukau, meninggalkan warisan abadi dalam sejarah sepak bola Inggris. Selama kariernya yang gemilang, ia berhasil meraih berbagai penghargaan individu maupun tim, termasuk dua kali Ballon d’Or, menjadikannya salah satu pemain terbaik di generasinya.
Perjalanan karier Keegan dimulai di klub masa kecilnya, Scunthorpe United, sebelum hijrah ke Liverpool pada tahun 1971. Di Anfield, ia menjelma menjadi bintang, membawa The Reds meraih gelar liga dan Piala FA. Kepindahannya ke Hamburger SV pada tahun 1977 semakin mengukuhkan statusnya sebagai pemain kelas dunia, di mana ia kembali meraih kesuksesan, termasuk memenangkan Bundesliga.
Tidak hanya bersinar di level klub, Keegan juga menjadi andalan tim nasional Inggris. Ia tampil dalam 63 pertandingan internasional dan mencetak 21 gol, serta pernah menjabat sebagai kapten tim. Pengalamannya sebagai pemain kemudian ia lanjutkan ke dunia kepelatihan.
Setelah pensiun sebagai pemain, Keegan mengambil peran manajerial di berbagai klub, termasuk Newcastle United, Fulham, dan Manchester City. Ia juga sempat memimpin tim nasional Inggris pada periode 1999-2000. Salah satu momen paling dikenang dari era kepelatihannya adalah saat Newcastle United nyaris menjuarai Premier League di bawah asuhannya pada musim 1995-1996, meski akhirnya harus puas sebagai runner-up.
Kabar meninggalnya Keegan dibagikan oleh keluarganya yang menyampaikan rasa duka mendalam. “Kami sangat sedih mengumumkan meninggalnya Sir Kevin Keegan,” demikian pernyataan resmi keluarga. “Beliau meninggal dengan tenang di rumah, dikelilingi oleh keluarga. Kami meminta privasi kami dihormati pada saat yang menyakitkan ini.”
Kepergian Kevin Keegan meninggalkan kekosongan besar di sepak bola Inggris. Ia tidak hanya dikenang sebagai pesepak bola brilian, tetapi juga sebagai sosok yang inspiratif dan dicintai oleh para penggemar.
