Sunday, 19 July 2026
BREAKING
DUNIA

Iran Mengancam Serangan Balasan Skala Besar di Timur Tengah Jika AS Lanjutkan Agresi

Oleh Heni Maulidya July 19, 2026 10 hours lalu 0 komentar

Iran mengindikasikan kesiapannya untuk melancarkan respons militer berskala besar di kawasan Timur Tengah. Ancaman ini muncul sebagai reaksi terhadap kemungkinan berlanjutnya serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat ke wilayah Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani. Menurutnya, Iran memiliki hak untuk membela diri dan akan menggunakan hak tersebut jika diperlukan. Kanaani menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu untuk memberikan respons yang tegas terhadap setiap tindakan agresi dari pihak Amerika Serikat.

“Kami memiliki hak untuk membela diri dan akan menggunakan hak ini. Jika Amerika Serikat terus melakukan serangan ke negara kami, maka Iran tidak akan ragu untuk merespons dengan cara yang kuat,” ujar Kanaani dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan langsung pada Senin, 15 April 2024. Ia menambahkan bahwa Iran telah menyampaikan pesan ini kepada pihak Amerika Serikat melalui saluran diplomatik.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat tajam pasca serangan drone Iran ke Israel pada Sabtu, 13 April 2024. Serangan balasan ini dilakukan oleh Iran sebagai respons atas dugaan serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, pada 1 April 2024, yang menewaskan dua jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Meskipun Iran mengklaim telah berhasil menghancurkan sasaran-sasaran militer Israel dalam serangan tersebut, pihak Israel menyatakan bahwa sebagian besar drone dan rudal Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara mereka. Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Inggris dan Yordania, turut serta dalam upaya pencegatan tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, telah menyatakan komitmennya untuk mendukung pertahanan Israel. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan tetap bersama Israel dalam menghadapi ancaman dari Iran. Pernyataan ini disampaikan Biden melalui media sosial X pada Minggu, 14 April 2024, setelah berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Saya baru saja berbicara dengan Perdana Menteri Netanyahu. Saya menegaskan kembali komitmen teguh Amerika Serikat terhadap keamanan Israel. Saya juga mengatakan kepada beliau bahwa Iran tidak akan berhasil. Kami akan membantu Israel mempertahankan diri mereka dari serangan Iran,” tulis Biden di akun X-nya.

Situasi ini terus memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Komunitas internasional terus menyerukan deeskalasi dan menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan di kawasan tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait