Prabowo Peringatkan Ancaman Perampokan Kekayaan Indonesia Jika Terlihat Lemah di Mata Dunia

Danu Ilham

Jakarta – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kekuatan nasional untuk menjaga kedaulatan dan kekayaan bangsa. Dalam sebuah konsolidasi partai yang digelar di Jakarta Utara pada Minggu (25/6), Prabowo mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah senantiasa menarik perhatian negara-negara asing.

Menurut Prabowo, jika Indonesia menunjukkan kelemahan di panggung internasional, maka negara-negara lain berpotensi untuk menginjak-injak bahkan merampas kekayaan yang dimiliki. Ia menekankan bahwa kekhawatiran ini bukan berarti mengajak untuk membenci bangsa asing, melainkan sebuah kewaspadaan strategis. "Negara kita yang begitu kaya selalu ingin diganggu negara-negara lain. Saya tidak mau mengajak kita untuk curiga atau benci bangsa asing, tapi kalau kita lemah pasti kita diinjak-injak," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Menteri Pertahanan itu merinci lebih lanjut ancaman yang mengintai. Ia menyampaikan bahwa kelemahan posisi Indonesia dapat berujung pada hilangnya aset berharga negara. "Kalau kita lemah pasti kekayaan kita akan diambil, akan dicuri, ikan-ikan kita akan dicuri, harta kekayaan kita akan dicuri, emas, tembaga, bauksit, nikel kita, semua akan dirampok," tegasnya dengan nada serius.

Prabowo, yang juga mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus), kemudian menyerukan kepada seluruh kader Gerindra untuk senantiasa menjaga rasa percaya diri dan tidak merasa kecil. Ia menekankan bahwa Indonesia sejatinya adalah kekuatan besar yang memiliki potensi luar biasa. "Kita harus jangan merasa kecil, jangan saudara-saudara sekali-kali merasa kecil. Saudara-saudara harus merasa besar karena kita berada dalam kekuatan besar, saudara-saudara sekalian," imbaunya.

Pernyataan Prabowo ini mencerminkan pandangan yang sering diartikulasikan olehnya mengenai pentingnya kedaulatan ekonomi dan pertahanan negara. Dalam konteks geopolitik global yang dinamis, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, memang selalu menjadi sorotan. Mulai dari cadangan mineral strategis seperti nikel, tembaga, dan emas, hingga potensi perikanan yang sangat besar, semuanya merupakan aset yang sangat berharga.

Sejarah mencatat berbagai periode di mana sumber daya alam suatu negara dimanfaatkan secara ekstensif oleh kekuatan asing, seringkali dengan perjanjian yang kurang menguntungkan bagi negara sumber daya itu sendiri. Oleh karena itu, penekanan Prabowo pada kekuatan nasional dan kewaspadaan terhadap potensi eksploitasi asing dapat dipandang sebagai upaya untuk membangkitkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga aset negara.

Sebagai negara yang kaya akan sumber daya, Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Namun, potensi ini hanya dapat direalisasikan sepenuhnya jika dikelola dengan baik, diawasi secara ketat, dan dilindungi dari campur tangan asing yang dapat merugikan kepentingan nasional. Penguatan kapasitas pertahanan, baik militer maupun ekonomi, menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan dan memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia dinikmati oleh seluruh rakyatnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah berupaya memperkuat industri pengolahan dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam. Kebijakan hilirisasi, misalnya, bertujuan agar bahan mentah seperti bijih nikel tidak hanya diekspor dalam bentuk mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti baterai kendaraan listrik. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dan menciptakan lapangan kerja, sekaligus mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas primer yang harganya rentan terhadap fluktuasi pasar global.

Pidato Prabowo ini juga dapat diinterpretasikan sebagai dorongan bagi para politisi dan masyarakat luas untuk terus kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan hubungan internasional. Membangun Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaulat adalah tujuan bersama yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa.

Tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menjaga kekayaan alamnya memang kompleks, melibatkan aspek ekonomi, politik, dan keamanan. Di satu sisi, Indonesia membutuhkan investasi asing untuk mengembangkan sektor industrinya. Di sisi lain, penting untuk memastikan bahwa investasi tersebut memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan tidak menimbulkan ketergantungan atau kerentanan baru. Oleh karena itu, diplomasi yang cerdas, penegakan hukum yang tegas, dan penguatan kapasitas nasional menjadi pilar-pilar penting dalam upaya menjaga kedaulatan dan kekayaan bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All