Jakarta – Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi menunjuk politikus Habiburokhman sebagai Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Pelantikan ini menggantikan posisi almarhum Desmond Junaidi Mahesa yang telah berpulang beberapa waktu lalu. Acara pelantikan berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (4/7/2023).
Penunjukan Habiburokhman sebagai pimpinan di salah satu komisi strategis DPR ini didasarkan pada surat resmi yang diajukan oleh pimpinan Fraksi Partai Gerindra kepada pimpinan DPR. Surat tersebut diterima oleh pimpinan DPR pada Senin (3/7/2023), yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan pelantikan keesokan harinya.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memimpin langsung jalannya prosesi pelantikan. Dalam keterangannya, Dasco menjelaskan bahwa perubahan susunan pimpinan Komisi III dari unsur Fraksi Partai Gerindra ini telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Atas dasar surat tersebut maka terjadi perubahan susunan Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari unsur Fraksi Partai Gerindra, yaitu semula saudara almarhum Desmond Junaidi Mahesa, anggota nomor A118 yang telah meninggalkan kita, digantikan dengan saudara Habiburokhman nomor anggota A77," ujar Dasco, mengutip dari Liputan6.com.
Keputusan ini kemudian dikonfirmasi melalui persetujuan dari seluruh pimpinan dan anggota Komisi III DPR RI yang hadir dalam rapat tersebut. Dengan persetujuan bulat tersebut, Habiburokhman secara resmi menduduki jabatan baru sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, sebuah amanah yang sebelumnya diemban oleh Desmond Mahesa.
Komisi III DPR RI sendiri memiliki ruang lingkup kerja yang sangat luas, meliputi bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan. Komisi ini bertanggung jawab atas pengawasan terhadap berbagai kementerian dan lembaga negara, termasuk Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komnas HAM, dan lembaga terkait lainnya. Peran wakil ketua di komisi ini sangat krusial dalam memimpin rapat, merumuskan kebijakan, serta mengawal berbagai isu strategis yang menjadi domain Komisi III.
Penunjukan Habiburokhman, yang dikenal sebagai politikus vokal dari Fraksi Gerindra, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi Komisi III. Pengalamannya sebagai anggota DPR sebelumnya tentu menjadi bekal penting dalam mengemban tugas barunya ini.
Desmond Junaidi Mahesa sendiri merupakan sosok politikus senior yang telah lama berkiprah di kancah politik nasional. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan partai, tetapi juga bagi rekan-rekan di DPR yang mengenalnya sebagai politikus yang gigih dan berintegritas. Posisi yang ditinggalkannya kini diisi oleh kader Gerindra lainnya yang diharapkan dapat melanjutkan perjuangan dan dedikasi almarhum.
Perubahan pimpinan di komisi-komisi DPR merupakan hal yang lumrah terjadi, terutama ketika ada pergantian antarwaktu akibat berbagai faktor, seperti meninggalnya anggota, pengunduran diri, atau perubahan komposisi fraksi. Proses ini diatur dalam tata tertib DPR untuk memastikan kelancaran jalannya fungsi parlemen.
Sebagai Wakil Ketua Komisi III, Habiburokhman akan memiliki peran penting dalam memimpin pembahasan berbagai Rancangan Undang-Undang (RUU) yang masuk dalam Prolegnas (Program Legislasi Nasional). Selain itu, ia juga akan terlibat aktif dalam agenda pengawasan terhadap kinerja pemerintah di sektor hukum, HAM, dan keamanan.
Isu-isu yang menjadi perhatian Komisi III DPR RI kerap kali menyangkut penegakan hukum, pemberantasan korupsi, penanganan terorisme, perlindungan saksi dan korban, serta penataan sistem peradilan pidana. Dengan pengalaman dan latar belakangnya, diharapkan Habiburokhman dapat memberikan perspektif yang tajam dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut.
Kehadiran Habiburokhman di posisi pimpinan Komisi III juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan parlemen dalam menciptakan kebijakan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi yang efektif antara eksekutif dan legislatif, khususnya di sektor-sektor krusial yang diawasi oleh Komisi III, menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa.
Momen pelantikan ini juga menjadi pengingat akan dinamika politik yang terus berjalan di Indonesia, di mana regenerasi kepemimpinan dan penyesuaian posisi strategis merupakan bagian tak terpisahkan dari proses demokrasi. Fraksi Gerindra, dengan penunjukan Habiburokhman, menunjukkan upayanya dalam mengisi kekosongan kepemimpinan dan melanjutkan agenda-agenda legislatif serta pengawasan yang telah dirancang.
Selanjutnya, publik akan menanti kiprah Habiburokhman dalam memimpin berbagai agenda penting di Komisi III DPR RI, serta bagaimana ia akan berkontribusi dalam memperkuat penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. Pengalaman dan visi yang dibawanya diharapkan dapat membawa angin segar dan solusi konstruktif bagi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.











