Friday, 17 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Deteksi Dini AMD: Kombinasi OCT Rumahan dan AI Tandingi Analis Ahli Mata

Oleh Rini Widiyarti July 17, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Teknologi pemindaian mata berbasis rumah (home OCT) yang dipadukan dengan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan potensi luar biasa dalam mendeteksi secara dini cairan pada retina pasien degenerasi makula terkait usia (AMD). Kemampuannya setara dengan penilaian oleh para ahli mata senior.

Temuan ini dipaparkan oleh Dr. Anat Loewenstein, MD, MHA, dari Tel Aviv Medical Center. Dalam presentasinya di pertemuan tahunan American Society of Retina Specialists, ia menjelaskan bahwa home OCT mampu menghasilkan data berkualitas mengenai aktivitas penyakit dan reaktivasi AMD.

“Namun, muncul pertanyaan penting: apakah data trajektori yang dihasilkan dari home OCT ditambah AI sejalan dengan tinjauan para ahli untuk mengidentifikasi perubahan cairan retina yang signifikan secara klinis?” ujar Dr. Loewenstein.

Kajian yang dipresentasikan menunjukkan bahwa kombinasi home OCT dan analisis AI berhasil menangkap deteksi cairan retina secara dini pada pasien AMD. Hal ini sangat krusial mengingat AMD merupakan penyebab utama gangguan penglihatan pada lansia dan dapat berujung pada kebutaan jika tidak ditangani segera.

Keberhasilan ini membuka harapan baru dalam pemantauan pasien AMD. Pasien dapat melakukan pemindaian retina secara mandiri di rumah dengan alat OCT yang lebih ringkas. Data yang terkumpul kemudian dianalisis oleh AI untuk mendeteksi perubahan sekecil apapun yang mengindikasikan perkembangan penyakit.

Pendekatan ini berpotensi mengurangi frekuensi kunjungan ke klinik spesialis, yang seringkali memakan waktu dan biaya. Selain itu, deteksi dini memungkinkan intervensi pengobatan yang lebih cepat dan efektif, sehingga dapat mempertahankan kualitas penglihatan pasien lebih lama.

Dr. Loewenstein menambahkan bahwa akurasi yang ditunjukkan oleh home OCT dan AI ini sangat menggembirakan. Ini menandakan bahwa teknologi tersebut siap untuk diadopsi dalam praktik klinis sehari-hari guna meningkatkan penanganan pasien AMD.

Penerapan teknologi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pasien, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan mobilitas. Dengan demikian, skrining dan pemantauan AMD dapat dilakukan secara lebih merata dan efisien di seluruh dunia.

Studi lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menguji validitas jangka panjang dan implementasi sistem ini dalam skala besar. Namun, hasil awal ini memberikan optimisme besar bagi masa depan penanganan degenerasi makula terkait usia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait