Ratu Máxima dari Belanda mengakhiri rangkaian kunjungan kerjanya di Indonesia pada Kamis (27 November 2025), setelah empat hari penuh yang didedikasikan untuk memajukan agenda keuangan inklusif dan kesehatan finansial masyarakat. Kunjungan kali ini bukan dalam kapasitasnya sebagai ratu, melainkan sebagai Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif bagi Pembangunan (UNSGSA). Misi utamanya adalah memperkuat ketahanan dan kesejahteraan finansial masyarakat Indonesia melalui berbagai interaksi strategis.
Ini merupakan kunjungan kelima Ratu Máxima ke Indonesia dalam perannya sebagai advokat PBB. Sebelumnya, ia telah mengunjungi Indonesia pada tahun 2012, 2016, dan 2018 untuk tujuan yang sama. Kehadirannya yang berulang kali menunjukkan komitmen jangka panjangnya terhadap peningkatan akses dan literasi keuangan di negara ini. Sementara itu, dalam kapasitasnya sebagai Ratu Belanda, ia pernah mendampingi Raja Willem-Alexander dalam kunjungan kenegaraan pada tahun 2020, sebuah momen yang berbeda namun tetap menegaskan hubungan bilateral kedua negara.
Selama tiga hari lawatan, Ratu Máxima menjelajahi berbagai wilayah, mulai dari Kabupaten Sragen dan Kota Solo di Jawa Tengah, hingga ibu kota Jakarta, serta Kabupaten Bekasi di Jawa Barat. Rangkaian kegiatannya mencakup pertemuan mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat langsung, pelaku usaha, hingga institusi keuangan dan pemerintahan.
Hari pertama kunjungan, Selasa (25 November 2025), Ratu Máxima memulai perjalanannya di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dengan mengunjungi sebuah pabrik garmen. Langkah ini memberikan gambaran langsung mengenai sektor industri yang mempekerjakan banyak tenaga kerja, di mana kesehatan finansial mereka menjadi aspek penting. Perjalanannya dilanjutkan ke Kampung Batik Laweyan di Solo, sebuah pusat kerajinan batik yang kaya akan warisan budaya. Di sini, fokusnya bergeser pada diskusi mengenai kesehatan finansial para pengrajin dan pelaku usaha batik.
Puncak kegiatan di Solo adalah partisipasinya dalam acara Women’s World Banking di Pura Mangkunegaran. Dalam forum ini, Ratu Máxima berdialog langsung dengan generasi muda, mahasiswa, dan para pengusaha muda. Percakapan tersebut menggali pengalaman mereka dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan, serta tantangan yang dihadapi. Hal ini sejalan dengan tujuan PBB untuk memastikan bahwa setiap individu memiliki akses terhadap layanan keuangan yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pribadi.
Memasuki hari kedua, Rabu (26 November 2025), Ratu Máxima melanjutkan agendanya di Jakarta dengan menghadiri diskusi meja bundar bersama berbagai organisasi pembangunan di kantor PBB setempat. Pertemuan ini bertujuan untuk mengeksplorasi sinergi dan kolaborasi dalam upaya meningkatkan keuangan inklusif di Indonesia. Selanjutnya, ia mengunjungi International Finance Corporation (IFC), salah satu anggota Grup Bank Dunia. Diskusi yang dilakukan berfokus pada bagaimana pengembangan pinjaman dapat secara efektif berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan masyarakat.
Perjalanan hari itu membawanya ke Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk meninjau kompleks rumah subsidi Gran Harmoni Cibitung. Proyek perumahan ini dirancang untuk menyediakan hunian yang terjangkau dan ramah lingkungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Ratu Máxima berkesempatan mengunjungi langsung rumah salah satu warga dan berinteraksi dengan para pembeli rumah pertama. Pengalamannya yang mendalam terlihat saat ia meninjau sistem bank sampah yang diintegrasikan sebagai salah satu opsi pembayaran cicilan rumah. Inovasi ini menunjukkan bagaimana solusi kreatif dapat mengatasi hambatan finansial dalam kepemilikan rumah. Ia juga menyaksikan proses penandatanganan akad jual beli rumah, sebuah momen penting bagi puluhan calon pemilik rumah.
Pada sore harinya, Ratu Máxima mengunjungi kantor Deloitte Indonesia. Di sana, ia berdialog dengan para perwakilan pemberi kerja mengenai peran strategis mereka dalam mendukung kesehatan finansial karyawan dan klien. Diskusi ini menyoroti pentingnya program kesejahteraan finansial di tempat kerja sebagai bagian integral dari pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Hari terakhir kunjungan, Kamis (27 November 2025), Ratu Máxima mengakhiri agenda resminya dengan berpartisipasi dalam sebuah acara literasi finansial yang diselenggarakan bersama oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dan lembaga terkait dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan.
Puncak dari kunjungan kerjanya adalah pertemuan dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan empat mata yang dilanjutkan dengan jamuan santap siang, Ratu Máxima menyampaikan temuan-temuan penting dan kesan mendalam dari seluruh rangkaian kegiatannya di Indonesia. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai dan merancang langkah-langkah strategis selanjutnya dalam memperkuat keuangan inklusif di Indonesia, sebuah tema yang terus menjadi prioritas bagi PBB dan kerajaan Belanda.











