Kontroversi menyelimuti film ‘Satluj’ yang dibintangi penyanyi-aktor populer India, Diljit Dosanjh. Film ini tiba-tiba ditarik dari platform streaming ZEE5 hanya dua hari setelah perilisannya. Penarikan mendadak ini memicu spekulasi dan kekhawatiran tentang kebebasan berekspresi di industri perfilman India.
‘Satluj’ terinspirasi dari kisah nyata aktivis hak asasi manusia, Jaswant Singh Khalra. Khalra kala itu tengah menyelidiki dugaan penghilangan paksa dan pembunuhan di luar hukum selama pemberontakan separatis di Punjab. Ironisnya, Khalra sendiri kemudian menghilang dan ditemukan tewas. Kasus ini sempat menyeret beberapa perwira polisi Punjab ke pengadilan.
Film yang selesai digarap pada 2022 ini sejatinya tidak pernah tayang di bioskop. Hal ini disebabkan sengketa panjang dengan Dewan Sensor Film India (CBFC). Setelah tertunda lama, ‘Satluj’ akhirnya dirilis di ZEE5 pada Jumat, namun hanya bertahan hingga Minggu sore.
ZEE5 melalui pernyataan di media sosial menjelaskan film tersebut tidak akan tersedia di India "sampai pemberitahuan lebih lanjut". Alasannya disebut "perkembangan terkini", tanpa penjelasan lebih detail. Akibatnya, ‘Satluj’ kini tidak dapat diakses secara resmi di India.
Meskipun beredar singkat, ‘Satluj’ mendapat pujian kritis. The Hollywood Reporter menyebutnya sebagai "salah satu film India terbaik tahun ini". Namun, sumber dari RSVP Movies, rumah produksi film, menyebut penarikan dilakukan atas perintah pemerintah. Hingga kini, pemerintah belum memberikan komentar resmi.
Diljit Dosanjh sendiri menyikapi penarikan ini dalam siaran langsung media sosial. Ia mengaku sudah menduga filmnya akan dihentikan penayangannya. "Saya sudah menduga ini akan terjadi. Saya pikir film ini akan dilarang saat kantor pemerintah buka Senin nanti, tapi tidak menyangka secepat Minggu sore," ujarnya.
Dosanjh menambahkan, ketidakpastian perilisan membuat promosi film minim. "Jika kami promosikan, film ini pasti tidak akan rilis sama sekali," katanya. Meski begitu, ia bersyukur penonton akhirnya bisa menyaksikan film tersebut setelah bertahun-tahun tertunda.
Perjalanan ‘Satluj’ menuju layar memang penuh liku. Awalnya berjudul ‘Ghallughara’, nama yang merujuk episode kelam sejarah Sikh. Sutradara Honey Trehan mengungkapkan CBFC meminta penggantian judul tanpa alasan jelas. Film kemudian diubah namanya menjadi ‘Punjab ’95’, merujuk tahun hilangnya Khalra.
Film ini dijadwalkan tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto 2023. Namun, produser menariknya di tengah masalah sertifikasi di India. CBFC dilaporkan meminta puluhan perubahan, termasuk penghapusan referensi terhadap Khalra dan adegan kekerasan polisi.
Tim produksi sempat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bombay, namun kemudian menariknya. Mereka berharap bisa mendapatkan sertifikasi dengan mengikuti perubahan yang diminta. Namun, daftar perubahan terus bertambah.
Akhirnya, film ini memutuskan rilis langsung di ZEE5 dengan judul baru ‘Satluj’. Sutradara menegaskan film dirilis "tanpa potongan atau kompromi". Meski begitu, platform streaming tersebut menyatakan akan mengembalikan film tersebut secepatnya.











