Jakarta – Di era digital 2026, kreativitas anak muda Indonesia kian bersinar. Mereka tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga mampu mengadaptasi dan menjaga warisan budaya bangsa. Hal ini terungkap dalam program orisinal Vidio bertajuk "The Scene – Living and Lifestyle in Southeast Asia," yang meluncurkan episode perdana pada 3 Juni 2026.
Acara ini menghadirkan diskusi panel menarik bertema "Shaping The Future: How Young Indonesian Drive Change." Diskusi ini mengeksplorasi bagaimana identitas bangsa dapat bersinergi dengan inovasi kreatif generasi muda. Salah satu sorotan utama adalah kiprah duo musisi elektronik Bottlesmoker dan grup tari hiphop Duo Twineester asal Aceh.
Duo Twineester menghadapi tantangan unik saat membawa budaya hiphop ke tanah kelahirannya. Alisa, salah satu personelnya, mengakui adanya pandangan skeptis dari masyarakat Aceh yang dikenal kuat memegang syariat Islam. "Tari adalah ekspresi diri, tapi harus tetap disiplin dan bertanggung jawab," ujarnya.
Untuk mengatasi stigma, Duo Twineester melakukan penyesuaian. Mereka memilih busana yang lebih longgar dan sopan saat tampil, memastikan gerakan tari tetap santun. "Kami berusaha meyakinkan bahwa hiphop bukan semata budaya Barat," tambah Aliya. Pendekatan positif ini perlahan mengubah persepsi masyarakat lokal.
Sementara itu, Bottlesmoker menawarkan perspektif musikal yang inovatif. Ryan, personel Bottlesmoker, mengungkapkan ketertarikannya pada penggunaan media tak lazim dalam produksi musik. Eksplorasi ini dimulai saat pandemi, di mana mereka terinspirasi oleh alam. "Kami menerjemahkan sinyal dari tanaman menjadi musik lewat teknologi," jelas Ryan.
Agung, personel Bottlesmoker lainnya, menemukan kesadaran akan "local distance." Ia menyadari pentingnya menggali kearifan lokal setelah melihat nilai-nilai tradisional yang ternyata sangat modern dan berkelanjutan. Konsep rumah adat yang ramah lingkungan menjadi salah satu inspirasi mereka.
Unsur kearifan lokal ini kerap mereka tampilkan, seperti menyertakan buah nanas sebagai simbol penyambutan tamu dalam pertunjukan musik modern. Kolaborasi Vidio dan Deutsche Welle (DW) dalam program "The Scene" ini membuka panggung bagi talenta muda Indonesia.
Serial yang terdiri dari 10 episode ini secara eksklusif tayang di Vidio. Program ini mengajak penonton melihat bagaimana generasi muda Asia Tenggara mendefinisikan ulang gaya hidup mereka dengan memadukan kreativitas global dan kekayaan budaya lokal.











