Intip Pabrik Canggih Wuling di China: Rahasia Efisiensi dan Fleksibilitas Produksi yang Siap Dibawa ke Indonesia

Emanuel

Liuzhou – Wuling Motors Indonesia baru-baru ini membuka pintu pabrik produksinya yang super canggih di Liuzhou, Guangxi, Tiongkok. Awak media diajak langsung melihat bagaimana fasilitas milik SGMW (Saic-GM-Wuling) ini beroperasi, jauh berbeda dari pabrik mobil konvensional yang lazim kita jumpai. Pengalaman ini memberikan gambaran potensi penerapan teknologi serupa di Indonesia.

Tim redaksi detikOto berkesempatan menjelajahi berbagai fasilitas riset dan pengujian mutakhir. Mulai dari pabrik pintar Intelligent Island Manufacturing System (I2MS), pusat uji tabrak atau crash test center, area perakitan battery pack, hingga laboratorium NVH (Noise, Vibration, and Harshness).

Area yang paling mencuri perhatian adalah pabrik dengan sistem I2MS. Sistem revolusioner ini telah beroperasi penuh sejak November 2025. Di dalamnya, proses perakitan mobil tidak lagi dilakukan di jalur linier panjang, melainkan terbagi menjadi pos-pos atau "pulau kerja" yang terpisah. Mayoritas pekerjaan mengandalkan robot otonom yang bergerak gesit dan teratur.

Suasana pabrik terasa unik. Alih-alih hiruk pikuk aktivitas manusia, yang dominan adalah pergerakan lengan-lengan robot dan troli otonom. Troli-troli ini tak hanya mengangkut komponen kecil, tetapi juga sasis mobil yang hampir rampung. Robot-robot lain dengan presisi memasang setiap suku cadang. Semua pergerakan diatur oleh kecerdasan buatan (AI) bernama Excellence Operation AI (EOAI) buatan SGMW, untuk mencegah tabrakan dan antrean.

Pemasangan aki, ban, hingga sasis dilakukan secara otomatis, diantar oleh robot troli otonom. Kemudian, lengan-lengan robot canggih yang bertugas memasang komponen-komponen tersebut dengan akurat.

Konsep "pulau cerdas" ini menggantikan assembly line konvensional. Setiap pulau memiliki tugas spesifik dan bekerja secara fleksibel, tidak terikat urutan kaku. Fasilitas megah ini berdiri di atas lahan seluas 3 juta meter persegi, hasil investasi awal sekitar RMB 1,1 miliar sejak 2012.

Data yang dibagikan menunjukkan dampak positif signifikan. Efisiensi manufaktur naik 30%, sementara siklus riset dan pengembangan produk dipangkas hingga 43% lebih cepat. Keunggulan lain yang paling mengesankan adalah kemampuan satu pabrik memproduksi 24 model kendaraan berbeda secara bersamaan tanpa perlu menghentikan lini produksi.

Wuling sendiri telah memiliki pabrik di Cikarang, Jawa Barat. Konsep pabrik canggih ini rencananya akan diterapkan secara bertahap di Indonesia. "Step by step, kita akan modifikasi pabrik di Jakarta (Indonesia) menjadi I2MS," ujar Vice President SGMW, Han Dehong.

Han menjelaskan, pengembangan selanjutnya akan fokus pada penerapan komputasi AI dan sistem manufaktur berbasis pulau pada lini perakitan hingga pengelasan. Fleksibilitas akan menjadi kunci, di mana beberapa island dapat digabungkan menjadi sistem yang lebih adaptif untuk berbagai proses produksi.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All