Terungkap! Rahasia di Balik Adaptasi Lagu MALIQ & D’Essentials Menjadi Musikal Spektakuler

Danu Eko

Jakarta – Sutradara dan penulis naskah musikal "Senja Teduh Pelita", Nuya Susantono, membagikan cerita mendalam di balik proses kreatifnya. Ia berhasil menyulap 16 lagu dari grup musik MALIQ & D’Essentials menjadi sebuah pertunjukan teater musikal yang memukau.

Seluruh inspirasi cerita musikal ini murni berasal dari karya-karya MALIQ & D’Essentials. Nuya Susantono mendengarkan kesembilan album grup musik tersebut. Ia menemukan banyak variasi makna dalam setiap lagunya.

"Banyak sekali variasi dari lagu-lagu Maliq," ungkap Nuya usai pertunjukan pada Jumat (3/7) di Jakarta Pusat. Lagu-lagu tersebut memiliki makna universal. Ceritanya meliputi kehidupan, perjuangan, keraguan, hingga makna hidup. Nuya melihat potensi besar untuk menjadi kisah penuh petualangan.

Benih cerita muncul dari pendalaman lirik lagu. Nuya merangkai, merasakan, dan mempertajamnya. Ia membayangkan karakter, dunia, serta konflik yang terbangun. Hingga akhirnya, lahirlah pertunjukan yang memukau penonton.

Musikal "Senja Teduh Pelita" sendiri mengisahkan perjalanan anak-anak. Mereka mengarungi lautan dan daratan untuk menemukan orang tua mereka. Pertunjukan ini tidak hanya menampilkan lagu MALIQ & D’Essentials. Elemen artistik dan properti panggung pun dihadirkan untuk menghidupkan kisah petualangan mereka.

Proses kreatif ini merupakan hasil kolaborasi tim yang solid. Nuya bersama timnya melakukan banyak sesi diskusi. Mulai dari pembacaan naskah hingga diskusi antar departemen. Mereka menyukai elemen surealis dan sentuhan kontemporer. Tujuannya untuk menciptakan pertunjukan yang modern dan spektakuler.

Musikal "Senja Teduh Pelita" digelar pada 3 hingga 12 Juli 2026. Lokasinya di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Pertunjukan ini berkolaborasi dengan MALIQ & D’Essentials.

Kisah bergenre sci-fi ini dibintangi oleh sejumlah anak. Fokus ceritanya adalah harapan, keluarga, dan masa depan bumi. 16 lagu MALIQ & D’Essentials dirangkai dalam dua babak.

Cerita berlatar di sebuah kota yang hampir mati. Kota itu dihuni enam anak. Ada Arah si ahli navigasi, Hara si ahli tumbuhan, Palu si ahli bangunan, Volta si ahli kelistrikan, Raga si kuat, dan Lagu si musisi.

Mereka bertahan hidup sembari menanti orang tua kembali. Orang tua mereka sedang dalam misi membangun kota baru. Kota itu diharapkan menjadi harapan masa depan manusia. Suatu hari, Arah menerima pesan misterius. Pesan itu memicu petualangan untuk menyelamatkan orang tua mereka.

Muncul Kala sang ahli sejarah dan Langit si ahli bintang. Mereka membawa informasi keberadaan orang tua di tempat bernama Aurora. Musikal ini bukan tentang romansa. Kisahnya menyoroti perjuangan, keberanian, persahabatan, pengorbanan, hingga makna cinta.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All