Albania Bergejolak: Protes 35 Hari Mendesak PM Edi Rama Mundur, Terkait Proyek Menantu Trump

Emanuel

TIRANA – Ibu kota Albania, Tirana, kembali memanas. Puluhan ribu warga turun ke jalanan pada Sabtu (04/07/2026) dalam aksi demonstrasi besar yang telah berlangsung selama 35 hari berturut-turut. Tuntutan utama mereka jelas: pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama, pembentukan pemerintahan sementara, serta reformasi konstitusi dan pemberantasan korupsi.

Gelombang massa ini memadati jalanan utama kota, bergerak menuju Lapangan Skanderbeg. Rekaman media menunjukkan lautan manusia melakukan long march. Aksi ini dilaporkan berujung bentrokan dengan aparat keamanan. Demonstran yang kesal bahkan sempat mendatangi salah satu kantor polisi.

Mereka menuntut pembebasan rekan-rekan mereka yang ditangkap pada Kamis (02/07/2026). Dalam insiden tersebut, beberapa fasilitas kantor polisi mengalami kerusakan. Pihak kepolisian merespons dengan menggunakan meriam air untuk membubarkan kerumunan.

"Albania Baru," seru para pengunjuk rasa di sepanjang jalan protokol. "Edi Rama, mundur," timpal massa lainnya. Mereka bahkan menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan nada ironis, menyindir sang perdana menteri.

Awalnya, protes ini dipicu oleh kemarahan publik atas proyek pembangunan resor mewah. Proyek ini berlokasi di kawasan alam yang dilindungi. Lebih sensasional lagi, proyek tersebut dikaitkan dengan Jared Kushner, menantu mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kini, aksi protes telah meluas menjadi gerakan anti-pemerintah yang lebih besar. Gerakan ini dijuluki "Revolusi Flamingo Pink". Penggunaan balon flamingo berwarna merah muda menjadi simbol protes. Balon ini melambangkan ancaman kelestarian burung flamingo akibat proyek pembangunan tersebut.

Demonstrasi pada Sabtu lalu juga diwarnai aksi teatrikal. Sebuah patung dada yang menyerupai Perdana Menteri Edi Rama didirikan di tengah jalan. Massa kemudian dengan sengaja menggulingkannya menggunakan tali. Aksi ini meniru peristiwa bersejarah robohnya patung diktator komunis Enver Hoxha pada Februari 1991.

Uniknya, aksi ini bertepatan dengan ulang tahun ke-62 Perdana Menteri Edi Rama. Para pengunjuk rasa membawa "kue ulang tahun" tiruan yang terbuat dari semen. Ini merupakan sindiran keras terhadap masifnya proyek semenisasi dan pembangunan di negara tersebut.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All