Trackhouse MotoGP Pilih Main Aman di Tengah Perebutan Gelar yang Sengit

Wibowo

Davide Brivio, bos tim Trackhouse Racing, mengaku lebih nyaman jika timnya tidak menjadi sorotan utama dalam perebutan gelar MotoGP musim ini. Ia menilai persaingan yang semakin memanas membuat kejuaraan menjadi semakin menarik.

"Saya suka ketika orang tidak terlalu banyak membicarakan kami untuk gelar juara!" ujar Brivio. "Saya lebih suka profil yang rendah," tambahnya. Pernyataan ini disampaikan Brivio di sela-sela gelaran MotoGP Assen.

Performa impresif Marc Marquez dalam beberapa seri terakhir menjadi salah satu pemicu memanasnya persaingan. Marquez berhasil memangkas jarak 62 poin dari Marco Bezzecchi. Perubahan dinamika ini turut menginspirasi pembalap lain di grid.

Meski Brivio memilih merendah, para pembalapnya, Ai Ogura dan Raul Fernandez, justru tampil gemilang di Assen. Keduanya sukses mengunci podium satu-dua di Sprint Race dan Grand Prix.

"Kami akan terus bekerja keras dan mencoba yang terbaik," lanjut Brivio. "Tentu saja, kejuaraan ini menjadi semakin menarik bagi banyak pembalap."

Menurut Brivio, situasi klasemen saat ini sangat berbeda dari musim-musim sebelumnya. Jika dulu selisih 50-60 poin terasa sangat besar dan sulit dikejar, kini pandangan itu berubah.

"Sekarang, setelah apa yang dilakukan Marc dalam dua Grand Prix terakhir, Anda merasa, ‘Oke, 50-60 poin bukanlah akhir dunia’," jelasnya. "Masih ada banyak balapan tersisa."

Perubahan ini memberikan harapan bagi seluruh pembalap yang berpotensi. "Ini seperti memberikan harapan kepada semua orang. Jadi, ini akan menjadi tontonan yang menarik," pungkas Brivio.

Situasi klasemen semakin tidak terduga usai Bezzecchi terjatuh di MotoGP Assen. Insiden tersebut membuat Jorge Martin, rekan setimnya di Aprilia, memimpin klasemen sementara.

Martin, Bezzecchi, dan Fabio di Giannantonio kini hanya terpaut 16 poin. Mereka akan melanjutkan persaingan di MotoGP Jerman pekan depan.

Sementara itu, Ai Ogura yang baru saja meraih kemenangan perdananya, hanya berjarak 25 poin dari puncak klasemen. Ia masih memiliki peluang matematis untuk memimpin klasemen sebelum jeda musim panas.

Raul Fernandez berada di posisi keenam, tertinggal 55 poin. Ia menjadi bagian dari delapan pembalap teratas yang hanya dipisahkan oleh 63 poin.

Jorge Martin tercatat sebagai satu-satunya pembalap tim independen yang pernah menjuarai kelas premier MotoGP. Ia meraihnya bersama Pramac Ducati pada musim 2024.

Persaingan ketat ini diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir musim. Trackhouse Racing, dengan strategi "low profile" mereka, berpotensi menjadi kuda hitam yang mengejutkan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All