Trump: Netanyahu Paham Siapa Pemimpin dalam Hubungan AS-Israel

Heni Maulidya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan hubungan baiknya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pernyataan ini muncul di tengah laporan adanya kerenggangan hubungan kedua pemimpin, khususnya terkait isu Iran. Trump bahkan secara gamblang menyatakan bahwa Netanyahu "tahu siapa bosnya," mengindikasikan Israel akan patuh pada keputusan AS.

"Kami memiliki hubungan yang sangat baik. Netanyahu tahu siapa bosnya," ujar Trump dalam percakapan telepon singkat dengan Axios, merujuk pada dirinya sendiri.

Trump juga mengonfirmasi rencana pertemuannya dengan Netanyahu dalam waktu dekat. PM Israel tersebut dilaporkan meminta pertemuan di Gedung Putih. Pertemuan ini kemungkinan akan berlangsung pekan depan, setelah KTT NATO di Turki.

Kantor Perdana Menteri Israel mengumumkan pada Jumat bahwa kedua pemimpin telah berbicara melalui telepon. Mereka sepakat untuk segera bertemu di Amerika Serikat. Seorang pejabat Israel menambahkan bahwa kendala penjadwalan membuat pertemuan tersebut kemungkinan baru dapat terlaksana pada pekan berikutnya.

Dalam percakapan telepon tersebut, Netanyahu menekankan peran Amerika Serikat sebagai penjamin kebebasan global. Ia juga menyampaikan apresiasi Israel terhadap hubungan erat kedua negara. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kemitraan strategis antara AS dan Israel.

Pertemuan mendatang akan menjadi yang pertama bagi kedua pemimpin sejak Februari. Saat itu, Netanyahu mempresentasikan rencana operasi militer gabungan terhadap Iran kepada Trump.

Pertemuan ini krusial mengingat ketegangan kedua negara terkait perundingan damai AS dengan Iran. Israel mengkhawatirkan kesepakatan tersebut dapat merugikan kepentingan keamanannya.

Bulan lalu, Amerika Serikat dan Iran menandatangani memorandum of understanding (MoU). Kesepakatan ini memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz. Kedua negara juga sepakat untuk melanjutkan negosiasi selama 60 hari demi mencapai kesepakatan final mengenai program nuklir Iran.

Israel tidak menjadi pihak dalam kesepakatan tersebut. Negara itu juga tidak terlibat dalam negosiasi lanjutan. Meskipun demikian, konflik antara Israel dan Iran sempat mereda sementara. Situasi ini menjadi salah satu latar belakang penting pertemuan Trump dan Netanyahu.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All