BANDUNG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah (Kanwil) 09 Bandung meluncurkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema suku bunga berjenjang yang sangat menarik. Inisiatif ini menawarkan suku bunga awal yang dimulai dari 4 persen.
Langkah strategis ini diambil untuk membantu masyarakat memiliki hunian. Terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika suku bunga perbankan nasional yang terus bergerak.
Rindra Setyawan, Regional Consumer Banking Head BRI Kanwil Bandung, menjelaskan inovasi ini bertujuan memberikan kepastian arus kas bagi nasabah. Khususnya di awal masa pinjaman.
Skema cicilan yang terukur sejak awal diharapkan meringankan beban finansial. Nasabah bisa merencanakan keuangan jangka panjang. Tanpa terlalu khawatir dengan gejolak suku bunga pasar di masa depan.
Skema Bunga Fleksibel untuk Berbagai Tenor
Program KPR baru ini memberikan dua pilihan tenor utama. Fleksibilitas ini menjawab kebutuhan nasabah yang beragam.
Untuk tenor 15 tahun, bunga tetap ditetapkan sebesar 4 persen. Periode bunga rendah ini berlaku selama tiga tahun pertama.
Setelah itu, bunga akan mengalami penyesuaian bertahap. Mulai tahun keempat hingga keenam, bunga menjadi 8 persen.
Kemudian, pada tahun ketujuh hingga kesepuluh, bunga naik menjadi 9,5 persen. Sisa masa kredit hingga berakhir akan dikenakan bunga 9,75 persen.
Bagi nasabah yang memilih tenor 20 tahun, skemanya sedikit berbeda. Bunga tetap 4 persen juga berlaku untuk tiga tahun awal.
Selanjutnya, pada tahun keempat hingga kesepuluh, bunga dipatok 8,5 persen. Setelah itu, bunga menjadi 9,75 persen hingga akhir masa kredit.
Skema berjenjang ini dirancang khusus. Tujuannya meringankan beban cicilan di tahun-tahun awal. Masa ini seringkali krusial bagi keluarga muda atau profesional yang baru memulai karir.
Menjawab Tantangan Ekonomi Saat Ini
Peluncuran program KPR ini terjadi di saat industri perbankan nasional menghadapi penyesuaian suku bunga acuan. BI Rate per Juni 2026 berada di level 5,75 persen. Sementara suku bunga lending facility mencapai 6,50 persen.
Kondisi moneter seperti ini kerap membuat calon pembeli rumah ragu. Terutama dalam mengambil keputusan investasi properti yang besar.
Dengan suku bunga awal yang sangat kompetitif ini, masyarakat kini memiliki opsi. Mereka bisa mengunci cicilan KPR pada tingkat yang lebih terjangkau.
Hal ini diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk memiliki rumah impian mereka. Serta berkontribusi pada stabilitas ekonomi dan sektor properti.











