Lithuania Buka Pintu untuk Senjata Nuklir NATO, Moskow Kian Resah

Wibowo

VILNIUS – Parlemen Lithuania sedang mengupayakan amandemen konstitusi. Langkah ini bertujuan menghapus larangan penempatan senjata nuklir di wilayah negara tersebut. Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan serupa yang telah diambil oleh Finlandia, sekutu NATO lainnya.

Sebanyak 51 dari 141 anggota Seimas (Parlemen) telah mengajukan usulan amandemen. Draf ini akan mencabut Pasal 137 konstitusi. Pasal tersebut secara tegas melarang keberadaan senjata pemusnah massal. Termasuk pula larangan pangkalan militer asing di tanah Lithuania.

Pemerintah Lithuania menyatakan langkah ini krusial. Tujuannya adalah menghadapi potensi ancaman dari Rusia. Namun, Moskow berulang kali membantah tudingan tersebut.

Presiden Gitanas Nauseda menjadi motor penggerak usulan ini. Ia menyerukan pencabutan larangan yang dianggapnya sudah usang. "Pembatasan ini tidak lagi relevan," ujar Nauseda.

Ia menekankan pentingnya Lithuania tidak membatasi diri sendiri. Terutama jika situasi keamanan berubah di masa depan. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan dengan pimpinan fraksi parlemen, Kamis lalu.

"Hampir semua pimpinan fraksi berpandangan Pasal 137 sudah ketinggalan zaman," kata Nauseda. Ia menambahkan, pasal tersebut seharusnya tidak hanya diamandemen, tetapi dihapus. Hal ini dilaporkan oleh Russia Today pada Minggu, 5 Juli 2026.

Nauseda mengklaim, lingkungan keamanan regional terus memburuk. Ia mengaitkan hal ini dengan ancaman yang diduga berasal dari Rusia. Pejabat-pejabat Baltik lainnya turut menyuarakan kekhawatiran serupa.

Moskow sendiri telah membantah memiliki niat menyerang negara-negara anggota NATO. Klaim tersebut disebut sebagai "omong kosong" yang bertujuan memicu histeria anti-Rusia.

Presiden Nauseda menyoroti posisi unik Lithuania. Negara ini menjadi satu-satunya anggota NATO yang masih memegang hak veto. Hak veto tersebut berkaitan dengan kemungkinan menjadi tuan rumah senjata nuklir.

Ia mencontohkan Finlandia. Negara tetangga yang juga anggota NATO dan Uni Eropa ini telah mencabut larangannya. Finlandia kini mengizinkan impor, produksi, penyimpanan, dan penyebaran senjata nuklir di wilayahnya.

"Akan sangat disayangkan jika kita menjadi titik lemah atau zona abu-abu dalam NATO," tegas Nauseda. Keputusan Lithuania ini berpotensi menambah ketegangan geopolitik di kawasan Eropa Timur. Posisi Rusia pun dipandang semakin terancam oleh pergeseran strategi pertahanan negara-negara NATO.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All