Maroko berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Afrika. Tim Singa Atlas sukses melaju ke perempat final Piala Dunia, mengandaskan perlawanan Kanada dengan skor meyakinkan. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri mimpi Kanada untuk melaju lebih jauh di turnamen akbar ini.
Gol-gol kemenangan Maroko dicetak oleh Azzedine Ounahi dan Soufiane Rahimi. Ounahi membuka keunggulan di awal babak kedua, memanfaatkan umpan matang dari Achraf Hakimi. Penyerang muda ini tampil gemilang, meski sempat mendapat kartu kuning di babak pertama.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menunjukkan kelegaan usai gol pertama. Ia menggantikan pelatih tersukses Maroko sebelumnya, Walid Regragui. Regragui sendiri membawa Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022.
Ouahbi membawa gaya bermain yang lebih progresif dan ofensif. Maroko kini menjadi tim Afrika pertama yang dua kali mencapai perempat final Piala Dunia. Performa mereka dinilai semakin membaik.
Kritik terhadap Regragui sempat muncul di Piala Konfederasi Sepak Bola Afrika 2025. Namun, ia memiliki rekor impresif, hanya kalah empat kali dari 49 pertandingan.
Ada pula isu tentang besarnya dana yang dialokasikan untuk infrastruktur sepak bola. Hal ini dikritik sebagian masyarakat, terutama saat bencana banjir di Safi merenggut 37 korban jiwa.
Ouahbi, mantan asisten Anderlecht, membawa Maroko juara Piala Dunia U-20 tahun lalu. Ia menerapkan skema menyerang yang lebih berani.
Namun, dalam laga melawan Kanada, Maroko menunjukkan performa klasik yang tangguh. Mereka bermain cerdas, memanfaatkan keterbatasan lawan.
Meskipun kehilangan Ismael Saibari karena cedera, Maroko mampu meredam serangan Kanada. Mereka tampil solid dan efektif dalam transisi serangan.
Ounahi kembali mencetak gol setelah jeda. Ia memanfaatkan serangan balik yang dipimpin Chemsdine Talbi dan Brahim Diaz.
Soufiane Rahimi melengkapi kemenangan Maroko di masa injury time. Golnya tercipta dari skema serangan balik yang juga digagas Diaz.
Kemenangan ini menjadi bukti kebangkitan Maroko. Mereka mampu mengombinasikan ketangguhan defensif dengan kreativitas serangan.
Perjalanan Maroko di Piala Dunia kali ini patut diapresiasi. Mereka membuktikan diri sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah internasional.











