Pelatih tim nasional sepak bola Mesir, Hossam Hassan, menyatakan bahwa insiden yang melibatkan dirinya dan direktur tim, Ibrahim Hassan, dengan seorang petugas polisi di hotel tim di Dallas telah selesai. Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya video yang menunjukkan konfrontasi fisik antara keduanya.
Peristiwa tersebut terjadi sehari sebelum Mesir meraih kemenangan atas Australia di babak 32 besar Piala Dunia. Dalam video yang beredar, terlihat Hossam dan Ibrahim Hassan terlibat adu argumen dengan petugas kepolisian Dallas. Diduga, perselisihan ini dipicu oleh seorang pemain yang hendak berfoto dengan penggemar cilik di lobi hotel.
Petugas polisi awalnya mendekati Hossam Hassan. Namun, situasi memanas ketika Ibrahim Hassan terlibat dalam dorong-dorongan dengan petugas. Ibrahim Hassan tampak kesal atas intervensi polisi tersebut.
Pihak kepolisian Dallas merilis pernyataan resmi mengenai kejadian ini. Mereka menjelaskan bahwa petugas merespons permintaan dari keamanan hotel terkait adanya individu tanpa kredensial acara yang berusaha masuk. Kepolisian menegaskan bahwa masalah tersebut telah diselesaikan di tempat. Mereka juga telah bertemu dengan perwakilan Mesir untuk menanggapi kekhawatiran yang ada.
Melalui penerjemah, Hossam Hassan menyampaikan bahwa timnya telah menerima permintaan maaf dari pihak kepolisian. "Kami sangat senang berada di turnamen ini dan kami puas dengan personel keamanan yang mendampingi kami," ujar Hossam Hassan. Ia menambahkan, "Saya ingin menunjukkan tingkat organisasi tinggi yang kami dapatkan dan kualitas keamanan yang menyertai kami."
Hossam Hassan adalah figur unik yang pernah bermain dan kini melatih Mesir di Piala Dunia. Ia merayakan kemenangan pertama negaranya di fase gugur dengan mengibarkan bendera Palestina di lapangan. "Hati dan jiwa saya bersama mereka," katanya dalam wawancara pasca-pertandingan yang emosional.
Yahia Qalash, mantan kepala Serikat Jurnalis Mesir, menggambarkan momen tersebut sebagai pemandangan yang sangat signifikan. "Itu adalah pemandangan yang berbicara di momen yang luar biasa," tuturnya.
Pada hari Jumat, Hassan menyatakan mendedikasikan pertandingan tersebut untuk rakyat Mesir dan Palestina yang disebutnya "baik dan mulia".
Menanggapi pertanyaan mengenai pengibaran bendera Palestina, FIFA menyatakan bahwa hal tersebut diizinkan di Piala Dunia. Tidak ada indikasi tindakan disiplin yang akan diambil terhadap Hassan. "Bendera yang mewakili semua 211 asosiasi anggota FIFA diizinkan di turnamen FIFA," kata juru bicara FIFA.











