Cuaca Buruk Gagal Batalkan Pole Position Honda di Suzuka 8 Hours, Rea Akui Sempat Gugup

Wibowo

Sirkuit Suzuka diguyur hujan deras pada Sabtu, memicu pembatalan sesi Top 10 Trial untuk balap legendaris Suzuka 8 Hours 2026. Akibatnya, posisi start balapan yang krusial pada Minggu ditentukan oleh catatan waktu sesi kualifikasi Jumat. Tim Honda HRC, dengan diperkuat pebalap top Jonathan Rea, dipastikan start terdepan.

Rea, yang berbagi tunggangan Honda Fireblade dengan Takumi Takahashi dan Somkiat Chantra, mengungkapkan rasa gugupnya menghadapi kondisi lintasan yang tak menentu sebelum sesi Top 10 Trial dibatalkan. "Saya sebenarnya cukup gugup untuk turun di kondisi seperti itu," ujar Rea. Keputusan pembatalan dinilai sebagai langkah tepat demi keselamatan.

Meskipun sesi kualifikasi Jumat menjadi penentu, Rea mengaku puas dengan performanya. "Saya sangat senang dengan lap time saya kemarin. Tidak mudah menyatukan lap itu karena lalu lintas lintasan, jadi saya senang dengan apa yang kami capai," jelasnya. Ia menambahkan bahwa format Top 10 Trial sangat disukainya, namun keselamatan tetap prioritas utama.

Honda HRC kini memimpin grid terdepan, diikuti oleh tim pabrikan BMW EWC dan Marc VDS KM99 Yamaha. Ketiga pebalap Honda HRC memiliki peran unik. Rea menyebut diri sebagai "Mr. Old", melengkapi "Mr. Talent" Chantra dan "Mr. Calm" Takahashi. Kombinasi pengalaman, bakat, dan ketenangan diharapkan menjadi kunci keberhasilan.

Menjelang balapan, prediksi cuaca terus berubah. Rea lebih memilih balapan berlangsung sepenuhnya basah atau kering. "Kondisi yang terus berubah membuat segalanya menjadi sedikit lotre," katanya. Namun, ia menegaskan kesiapan timnya menghadapi berbagai skenario.

Rekan setimnya, Takumi Takahashi, turut menanggapi situasi cuaca. Ia berharap suhu ideal sekitar 35 derajat Celsius. "Hari ini hujan akhirnya datang, dan prediksi cuaca besok masih belum pasti, jadi kami tidak tahu apa yang diharapkan," ucap Takahashi.

Takahashi menyampaikan rasa percayanya pada tim dan rekan-rekannya. Ia yakin kombinasi kemampuan mereka akan membuahkan hasil terbaik. "Kami hanya perlu memberikan yang terbaik, menghindari kesalahan sekecil apa pun, dan finis setelah delapan jam. Itu faktor kuncinya," tuturnya.

Meskipun banyak tim yang tampil cepat, Takahashi yang memiliki pengalaman segudang di Suzuka merasa percaya diri. "Saya tidak berpikir ada yang pernah balapan di Suzuka lebih banyak dari saya, jadi saya yakin dengan pengalaman saya. Saya juga percaya saya telah menurunkannya kepada tim," tambahnya. Ia optimis dengan perkembangan tim yang terus membaik sejak hari Rabu.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All