Pembatalan Kualifikasi Top 10 di Suzuka 8 Hours: Jack Miller Kecewa Tak Bisa Tunjukkan Potensi Penuh Yamaha

Wibowo

SUZUKA – Pembatalan sesi Top 10 Trial untuk ajang Suzuka 8 Hours 2026 menyisakan kekecewaan mendalam bagi tim Yamaha Factory Racing. Pembalap mereka, Jack Miller, menyatakan bahwa kesempatan emas untuk memamerkan kemampuan motor dan dirinya terpaksa terlewatkan akibat cuaca buruk yang melanda Sirkuit Suzuka.

Tim Yamaha Factory Racing, yang diperkuat Miller, Andrea Locatelli, dan Katsuyuki Nakasuga, akan memulai balapan dari posisi kelima. Keputusan pembatalan Top 10 Trial membuat urutan start ditentukan sepenuhnya oleh hasil kualifikasi hari Jumat. Saat sesi kualifikasi itulah, tim Yamaha mengalami sejumlah kendala teknis.

Jack Miller, yang dikenal piawai melibas lintasan basah, sejatinya sangat antusias mengikuti Top 10 Trial. Ia merasa sesi tersebut adalah ajang pembuktian terbaik, terlepas dari kondisi lintasan yang kurang ideal. "Saya tidak masalah dengan hujan, jadi saya sebenarnya ingin sekali membalap di Top 10 Trial meski basah," ujar Miller.

"Terutama setelah kemarin, kami punya beberapa masalah dan tidak bisa menunjukkan performa sebenarnya. Tapi besok adalah hari baru. Balapan 8 Hours yang basah akan sangat panjang dan sulit. Cuaca mungkin tidak bisa diprediksi, tapi saya percaya pada tim, rekan setim, dan paket motor kami," tambahnya.

Miller yakin kondisi yang semakin menantang justru akan membuat timnya semakin kuat. Ia menekankan pentingnya menghindari kesalahan dan menjalani balapan dengan bersih. "Kami menemukan arah yang bagus saat Latihan Malam kemarin dan Latihan Bebas 2 hari ini. Saya akan menikmati setiap detik balapan Suzuka 8 Hours yang spesial ini sambil menargetkan hasil terbaik," katanya.

Bagi Katsuyuki Nakasuga, pembatalan Top 10 Trial juga sangat disayangkan, terutama dampaknya bagi para penggemar. Mereka kehilangan kesempatan menyaksikan para pembalap terbaik unjuk gigi dalam satu putaran tanpa hambatan. "Saya benar-benar minta maaf kepada penggemar karena acara besar hari Sabtu, Top 10 Trial yang ditunggu-tunggu, harus dibatalkan," ucap Nakasuga.

"Namun, keselamatan adalah yang utama, dan saya sepenuhnya menghormati keputusan itu. Sebagai tim, ini sangat disayangkan karena Loka [Andrea Locatelli] dan Jack [Miller] sangat bersemangat. Secara pribadi, tujuan saya akhir pekan ini adalah membantu mereka menemukan kecepatan. Karena itu, sedikit lebih sulit bagi saya untuk menemukan ritme ideal saya, tetapi semua yang kami lakukan adalah untuk balapan itu sendiri," lanjutnya.

Nakasuga menambahkan bahwa kecepatan rata-rata tim secara keseluruhan sudah baik. Ia siap menghadapi balapan, bahkan jika kondisi kembali diguyur hujan. Andrea Locatelli sendiri mengusulkan agar sesi kualifikasi reguler tetap digelar meski basah, serupa yang terkadang diterapkan di ajang lain.

"Saya sedih sekali Top 10 Trial dibatalkan, tapi itulah balapan, itulah hidup," tutur Locatelli. "Secara pribadi, saya pikir akan lebih menarik jika sepuluh tim teratas diizinkan melakukan sesi kualifikasi di kondisi basah. Tapi ini adalah keputusan yang dibuat berdasarkan aturan untuk melindungi kami, jadi saya sepenuhnya menghormatinya."

Locatelli juga menyoroti banyaknya bendera merah selama sesi latihan yang membatasi jumlah putaran. Namun, ia tetap antusias sebagai pembalap pabrikan Yamaha. "Tentu saja, saya lebih memilih lintasan kering agar bisa benar-benar mendorong hingga batas, tetapi kita tidak bisa mengontrol cuaca. Untuk memenangkan balapan ini, banyak hal harus berjalan sempurna, tidak hanya cara kami membalap, tetapi juga mengatasi pembalap lain dan melakukan pit stop yang sempurna," pungkasnya.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All