Serangan Balik Dramatis: Ukraina Gempur Kilang Minyak Vital di St. Petersburg

Yohanes

Ukraina dilaporkan melancarkan serangan presisi terhadap terminal minyak utama di St. Petersburg, kota terbesar kedua Rusia. Serangan ini juga menyasar target-target strategis lainnya di wilayah barat laut negara tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi aksi ini melalui media sosial. "Pasukan pertahanan Ukraina menyerang infrastruktur minyak pelabuhan yang menghasilkan pendapatan bagi perang Rusia," ujar Zelensky. Ia menambahkan bahwa sebuah "target militer penting" juga dihantam semalam di Kronstadt, sebuah pangkalan angkatan laut terdekat.

Gubernur St. Petersburg, Aleksandr Beglov, menggambarkan situasi kota mengalami serangan drone "besar-besaran". Ia mengakui adanya serangan yang mengenai terminal minyak tersebut. Namun, Beglov melaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina secara konsisten meningkatkan serangan drone jarak jauhnya. Targetnya adalah infrastruktur energi kritis milik Rusia. Aksi ini dilaporkan telah menyebabkan kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia.

Zelensky menyebutkan bahwa sasaran di St. Petersburg dan sekitarnya berjarak sekitar 850 kilometer dari perbatasan Ukraina. Tingkat kerusakan belum sepenuhnya jelas. Namun, video yang dibagikan Presiden Zelensky menunjukkan sebuah drone terbang menuju target, diikuti oleh kepulan asap hitam tebal yang membubung dari area tersebut.

BBC kemudian memverifikasi bahwa terminal minyak di St. Petersburg memang menjadi sasaran. Militer Ukraina mengidentifikasi terminal tersebut sebagai "salah satu yang terbesar" di Rusia. Kapasitas produksinya mencapai 12,5 juta ton produk minyak per tahun. Selain itu, pangkalan utama Armada Baltik Rusia di Kronstadt juga dikonfirmasi terkena serangan.

Pihak Rusia belum memberikan komentar resmi terkait klaim serangan ini. Melalui Telegram, Gubernur Beglov menyatakan bahwa 72 drone Ukraina berhasil ditembak jatuh di atas St. Petersburg dan wilayah Leningrad. Ia mengimbau warga untuk tetap berada di dalam ruangan hingga ancaman drone teratasi. Layanan internet seluler juga berpotensi terganggu.

Di perkembangan terpisah, militer Ukraina membantah klaim Rusia yang menyatakan kota Kostyantynivka di timur Ukraina sepenuhnya berada di bawah kendali mereka. Juru bicara militer Mayor Andriy Kovalyov menegaskan bahwa Kostyantynivka masih dikuasai oleh Pasukan Pertahanan Ukraina. Ia mengakui adanya infiltrasi kelompok infanteri kecil ke garis pertahanan, namun menegaskan kelompok tersebut sedang diidentifikasi dan dihancurkan. Pernyataan ini muncul sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim penguasaan kota tersebut pada Juni lalu, tanpa menyertakan bukti.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All