Tehran – Ribuan pelayat berkumpul di luar masjid utama Tehran pada hari pertama rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Suasana duka menyelimuti kota saat masyarakat memberikan penghormatan terakhir.
Jenazah Ayatollah Khamenei disemayamkan di Grand Mosalla, masjid megah di jantung ibu kota. Pemakaman ini akan berlangsung selama enam hari, sebelum jenazah dimakamkan di kampung halamannya di Mashhad pada Kamis mendatang.
Pihak berwenang memperkirakan 15 hingga 20 juta orang akan berpartisipasi dalam upacara duka di seluruh Iran dan Irak. Peristiwa ini terjadi lebih dari empat bulan setelah Ayatollah Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Sejak Sabtu pagi, massa pendukung rezim Islam berdatangan. Mereka meneriakkan slogan anti-Amerika Serikat dan menyerukan pembalasan atas gugurnya sang pemimpin.
"Kami datang [ke pemakaman] karena kami berjanji kepada pemimpin tertinggi untuk selalu bersamanya hingga akhir," ujar Reza, seorang profesor berusia 37 tahun, kepada AFP di halaman Grand Mosalla.
"Sudah lama kami berteriak akan mengorbankan nyawa demi pemimpin, namun beliaulah yang mengorbankan diri untuk kami," tambahnya.
Arash Rahimi, 40 tahun, menyatakan kepada Reuters, "Semua orang di sini datang untuk membalas darah pemimpin tertinggi kami."
"Seperti yang dikatakan pemimpin kami, kami punya dendam berdarah dengan Amerika Serikat. Hubungan kami dengan Amerika Serikat tidak akan pernah baik," tegasnya.
Ayatollah Khamenei gugur akibat serangan udara AS dan Israel pada akhir Februari. Peristiwa ini memicu konflik regional yang lebih luas.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintah Iran "sangat ingin menyelesaikan" kesepakatan damai untuk mengakhiri perang. Ia menambahkan pada Jumat lalu, "Kami memberi mereka [Iran] libur seminggu untuk pemakaman karena kami baik."
Sebagian besar pusat kota Tehran akan ditutup selama akhir pekan untuk penyelenggaraan upacara pemakaman. Diperkirakan ini akan menjadi pemakaman terbesar dalam sejarah Iran, dilihat dari proporsi jumlah peserta terhadap populasi negara.
Jenazah Ayatollah Khamenei akan disemayamkan di Grand Mosalla selama tiga hari. Bersama beliau juga disemayamkan jenazah anggota keluarga yang juga menjadi korban serangan udara.
Setelah itu, akan ada tiga hari acara tambahan di luar ibu kota.
Pada Selasa, jenazah akan dibawa ke Qom, selatan Tehran. Seorang ulama Syiah terkemuka akan memimpin salat jenazah di Jamkaran, salah satu situs keagamaan paling penting di Iran.
Selanjutnya, pada Rabu, jenazah akan dibawa ke Najaf, Irak. Setelah prosesi di makam Imam Ali, imam pertama Syiah, upacara akan dilanjutkan di Karbala sebelum jenazah kembali ke Iran.
Kemudian pada Kamis, Ayatollah Khamenei akan dimakamkan di Masjid Imam Reza, tempat suci utama bagi Syiah di Mashhad.
Rangkaian upacara akan berlanjut di seluruh negeri selama 40 hari setelah prosesi pemakaman enam hari. Acara peringatan direncanakan hingga peringatan satu tahun pemakaman Ayatollah Khamenei.
Posisi pemimpin tertinggi Iran kini diisi oleh putra beliau, Mojtaba. Ia belum terlihat di publik sejak mengambil alih peran tersebut, memicu spekulasi mengenai kesehatannya. Kehadiran beliau dalam upacara pemakaman menjadi pertanyaan penting dalam rangkaian acara yang telah disusun dengan cermat ini.











