Jakarta, CNBC Indonesia – Pertamina kembali menggaungkan gaya hidup ramah lingkungan melalui program GreenBus Pertamina 2026. Kali ini, program edukasi inovatif ini mengajak generasi muda untuk belajar langsung dari masyarakat di Kampung Hijau Gang Cemara, Jakarta Utara. Kawasan yang dulunya padat dan kumuh ini kini menjelma menjadi ruang hijau produktif berkat program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina.
Di Kampung Hijau Gang Cemara, para peserta diperkenalkan pada berbagai terobosan pengelolaan sampah. Mereka juga diajak memahami konsep pertanian perkotaan dan pentingnya ketahanan pangan yang dikelola secara swadaya oleh warga.
Yasser, perwakilan dari SMA Negeri 3 Jakarta, mengaku terkejut dengan tingkat kepedulian lingkungan warga di pinggiran Jakarta. "Saya justru senang melihat masyarakat di sini memiliki kepedulian yang luar biasa terhadap lingkungan, bahkan menurut saya lebih terasa dibandingkan beberapa kawasan di pusat kota," ujar Yasser.
Melalui GreenBus Pertamina, Yasser mendapatkan ilmu praktis. Ia belajar mengolah sampah organik menjadi pakan ikan, mendalami pertanian perkotaan, hingga mencoba beragam inovasi hasil panen. "Saya memang sedang menjalankan program bertema lingkungan. Jadi banyak ilmu yang bisa saya bawa pulang dan coba terapkan," ungkapnya.
Bagi Yasser, program ini lebih dari sekadar perjalanan edukatif. Ini adalah ruang pertemuan antara generasi muda dengan praktik baik yang bisa ditiru. "GreenBus Pertamina bisa menjadi wadah yang mengantarkan anak-anak muda agar lebih peduli terhadap lingkungan. Program ini membuka wawasan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan bersama," tambahnya.
Peserta lain, Nuzlah, turut merasakan manfaat serupa. "Menurut aku kegiatan ini menambah wawasan, pengalaman, sekaligus relasi. Kita memang bisa mencari informasi di media sosial atau internet, tapi kalau datang langsung ke lapangan rasanya berbeda. Kita bisa melihat dan mempraktikkan langsung ilmu tentang lingkungan," tuturnya.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa GreenBus Pertamina dirancang untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda terlibat langsung dalam aksi keberlanjutan. Tahun 2026, program ini menjadwalkan kunjungan ke empat lokasi.
"Pada program ini para peserta yang terpilih akan diajak untuk mengeksplorasi praktik baik lingkungan, budaya lokal, teknologi, dan inovasi keberlanjutan melalui perjalanan edukatif, mentoring, serta program inkubasi," terang Baron.
Ia menambahkan, GreenBus Pertamina bertujuan menunjukkan bahwa solusi lingkungan dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Kampung Hijau Cemara menjadi bukti nyata kolaborasi masyarakat, komunitas, dan dunia usaha dalam menciptakan ruang hijau produktif yang menginspirasi.
Selain Kampung Hijau Cemara, peserta akan mengunjungi Kampung Eduwisata Bhinneka di Jakarta Pusat (pengelolaan kampung peduli iklim dengan energi terbarukan). Lokasi lain meliputi Kampung Keberagaman dan Batik Proklim Lestari di Cirebon (pembuatan batik dari limbah botol plastik) dan Kampoeng Radjoet Binong di Bandung (pembuatan aksesori fesyen dari kain perca).
Pertamina juga memiliki program Sekolah Energi Berdikari STEM yang fokus pada edukasi lingkungan berbasis pengalaman untuk menumbuhkan kesadaran dan aksi nyata generasi muda.











