Fenomena Kylian Mbappe terus menjadi sorotan publik, tak terkecuali di negara asalnya, Prancis. Terbaru, sebuah petisi yang mengejutkan muncul dengan judul "Maafkan Kami, Mbappe". Inisiatif ini, seperti dilaporkan L’Equipe, menunjukkan adanya perubahan dramatis dalam pandangan sebagian masyarakat Prancis terhadap bintang Real Madrid tersebut.
Hingga Senin (3/7) WIB, petisi yang berisi permintaan maaf ini telah mengumpulkan lebih dari 30.000 tanda tangan. Jumlah ini signifikan, mengingat tanda tangan tersebut datang dari berbagai kalangan, baik penggemar setia maupun mereka yang sebelumnya kritis terhadap sosok berjuluk Donatello itu.
Pesan di balik petisi ini cukup jelas. Sang pembuat petisi menulis, "Orang-orang Prancis sudah berperilaku buruk. Kami sudah meragukan Kylian, kami juga mengkritik Kylian, dan kami tidak tahu berterima kasih. Sudah saatnya bagi kami untuk memperbaiki kesalahan kami tersebut." Kalimat ini mencerminkan penyesalan atas sikap yang pernah ditunjukkan kepada sang pemain.
Peristiwa ini menjadi kontras tajam dengan petisi yang pernah beredar sebelumnya, yaitu "Mbappe Out". Petisi tersebut muncul sebagai respons atas persepsi bahwa Mbappe bertindak layaknya seorang diktator di dalam ruang ganti tim nasional Prancis, Les Bleus. Sikapnya saat itu dianggap menimbulkan ketegangan dan memicu kritik tajam dari publik maupun media.
Munculnya petisi permintaan maaf ini mengindikasikan bahwa pandangan terhadap Mbappe telah bergeser. Kemungkinan, performa gemilangnya, kepemimpinannya di lapangan, atau pencapaiannya secara keseluruhan telah membuat masyarakat Prancis merefleksikan kembali sikap mereka. Perubahan ini menunjukkan dinamika opini publik yang cepat berubah, terutama terhadap figur publik yang sangat populer seperti Mbappe.











