Jejak Spiritual: Jenazah Ali Khamenei Akan Bersemayam di Situs Warisan Dunia UNESCO

Heni Maulidya

Tehran – Upacara penghormatan jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah dimulai pada Kamis (4/7) di Tehran dan kota suci Qom. Prosesi pemakaman yang sakral dijadwalkan akan dilaksanakan pada Selasa (9/7) di Kompleks Pemakaman Ali Reza, kota kelahiran Khamenei, Mashhad. Lokasi pemakaman ini bukan sembarang tempat, melainkan sebuah kompleks situs budaya warisan dunia yang diakui oleh UNESCO.

Kompleks Makam Imam Ali bin Musa ar-Ridha, yang akrab disapa Imam Reza, merupakan pusat keagamaan terbesar dan paling vital di Iran. Bangunan-bangunannya menampilkan arsitektur Persia-Islam yang memukau. Setiap tahun, kompleks ini menjadi tujuan ziarah ribuan umat dari dalam maupun luar Iran. Pengakuan UNESCO sebagai situs warisan budaya dunia diberikan pada tahun 2017.

Situs resmi UNESCO menggambarkan kompleks Makam Imam Reza di Mashhad, ibu kota Provinsi Razavi Khorasan, sebagai saksi bisu perjalanan sejarah dan budaya Iran serta dunia Islam. UNESCO menyandingkan signifikansinya dengan situs-situs keagamaan global lainnya. Termasuk Makam Santo Petrus di Vatikan, Kuil Mahabodhi di India, Gunung Emei di Tiongkok, dan Lumbini di Nepal.

Keunikan kompleks ini tidak hanya terletak pada arsitekturnya yang megah. UNESCO menyoroti etika dan ritual khas yang melekat erat. Ritual-ritual ini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kompleks dan budaya sekitarnya. Nilai otentik warisan ini tercermin dalam arsitektur, struktur, hingga setiap ritual yang dijalankan. Semuanya merefleksikan semangat spiritual mendalam Imam Reza.

Salah satu ritual tertua adalah "membersihkan debu" yang telah berlangsung selama lima abad. Ritual ini dilaksanakan secara berkala dengan tata cara khusus. Begitu pula dengan lantunan musik Naqareh, alat musik tiup khas, yang mengiringi berbagai acara. Selain itu, ada pula ritual menyapu, wakaf, pemberian makanan dan jasa gratis, serta beragam jenis doa.

Secara keseluruhan, fungsi, struktur, elemen dekoratif, fasad, hingga permukaan bangunan melambangkan ideologi, persatuan keagamaan, dan evolusi kompleks ini. Tempat suci ini bukan hanya sekadar bangunan fisik. Ia adalah sebuah institusi dan identitas. Semuanya terbentuk dan berkembang berdasarkan ideologi serta keyakinan keagamaan yang mendalam. Puluhan warisan arsitektur berharga mengelilingi makam utama. Semuanya memiliki makna politik dan sosial yang penting.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All