Kepanasan ekstrem yang melanda Amerika Serikat memaksa penyelenggara membatalkan sejumlah acara penting perayaan Hari Kemerdekaan (Fourth of July). Washington D.C. dan Philadelphia menjadi kota yang paling terdampak.
Di Washington D.C., acara pagi Hari Kemerdekaan terpaksa dibatalkan. Panitia menyatakan, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan matang-matang keselamatan peserta, penonton, dan staf. Prioritas utama adalah mencegah insiden akibat suhu udara yang sangat tinggi.
Sebelumnya, gelombang panas yang intens juga menyebabkan penutupan sementara taman di National Mall. Fair tersebut ditutup beberapa jam pada hari Jumat, sehari sebelum hari H perayaan. Fair baru dibuka kembali pada pukul 17:00 waktu setempat setelah kondisi cuaca berangsur membaik.
"Keselamatan dan kesejahteraan tamu, relawan, penampil, vendor, dan staf adalah prioritas tertinggi kami," ujar penyelenggara Freedom 250.
Departemen Pemadam Kebakaran dan Layanan Medis Darurat D.C. (DC Fire and EMS) melaporkan telah menangani beberapa kasus penyakit akibat panas pada hari Jumat. Seorang juru bicara departemen mengonfirmasi, insiden tersebut disebabkan oleh suhu yang memecahkan rekor di acara tersebut.
Setidaknya 11 orang terpaksa dibawa ambulans dari area fair. Juru bicara tidak merinci apakah semua korban mengalami penyakit terkait panas.
"Akhir pekan ini akan sangat sibuk," prediksi juru bicara DC Fire and EMS kepada The Washington Post. "Kami tahu akan ada penyakit akibat panas di dalam dan di luar area Mall. Kami imbau warga dan pengunjung untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan."
Seorang pengunjung, Robin Ardito, menyaksikan seorang wanita paruh baya yang tampak menderita akibat panas. Wanita tersebut dibantu staf fair dengan kompres es. "Terlalu panas untuk menggelar acara seperti ini," keluh Ardito.
Acara lain di Washington D.C. juga terpengaruh. Kepolisian Capitol menunda pembukaan akses publik untuk konser luar ruangan "A Capitol Fourth" pada Jumat malam. Pembukaan yang seharusnya pukul 15:00, diundur menjadi pukul 19:00 waktu setempat.
Sementara itu, di Philadelphia, penyelenggara juga membatalkan parade Hari Kemerdekaan karena alasan serupa. Suhu udara yang melonjak membuat kegiatan di luar ruangan berisiko tinggi.
Di New York City, suhu udara mencapai 38 derajat Celsius pada hari Kamis, tertinggi sejak 2012. Indeks panas tetap di atas 38 derajat Celsius pada hari Jumat.
"Ini kondisi yang sangat berbahaya," tegas Walikota New York City, Zohran Mamdani.
Diprediksi, suhu panas akan sedikit mereda di beberapa wilayah tengah pada hari Sabtu. Namun, di bagian timur, cuaca diprakirakan tetap sangat panas, membahayakan peserta acara luar ruangan.
Kekhawatiran lain muncul dari potensi badai petir hebat di dataran utara, Midwest, dan Great Lakes. Fenomena ini diperkirakan akan mengakhiri gelombang panas dengan hujan es besar, angin kencang, banjir bandang, dan bahkan kemungkinan tornado.
Menjelang Minggu, panas diperkirakan akan semakin intens di Virginia, Carolina Utara, dan Tenggara. Gelombang panas kemudian akan bergeser ke bagian barat Amerika Serikat dan Kanada pada pekan berikutnya. Beberapa wilayah Kanada, seperti Ontario Selatan, sudah merasakan suhu di pertengahan 30-an Celsius minggu ini.
Para ilmuwan mengingatkan bahwa gelombang panas semakin sering terjadi, intensitasnya meningkat, dan durasinya memanjang akibat perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia. Pemanasan global sekitar 1,1 derajat Celsius sejak era industri terus berlanjut, dan suhu akan terus naik jika emisi gas rumah kaca tidak ditekan secara drastis oleh negara-negara di seluruh dunia.











