Kekalahan pahit dalam adu penalti meruntuhkan asa Australia di Piala Dunia. Lucas Herrington, sang pemain termuda yang pernah diturunkan Socceroos di ajang ini, kini terpatri dalam sejarah kelam sepak bola Australia. Momen krusial tendangan penaltinya yang membentur mistar gawang menjadi simbol kegagalan yang menyakitkan.
Setelah Herrington, Awer Mabil dan Nestory Irankunda menghampirinya. Raut kesedihan terpancar jelas di wajah para penggawa muda Socceroos ini. Mereka adalah masa depan sepak bola Australia. Namun, di momen ini, mereka tak kuasa menghindari kenyataan pahit.
Australia harus menunda ambisi kemenangan di fase gugur Piala Dunia setidaknya empat tahun lagi. Keraguan muncul, apakah kesempatan sebaik ini akan datang lagi? Harry Souttar, pemain yang telah mengerahkan segalanya, juga gagal mengeksekusi penalti. Tendangannya melambung di atas mistar.
Strategi Tony Popovic, menurunkan kapten Maty Ryan di menit akhir, tak mampu membalikkan keadaan. Mesir tampil tenang dan berhasil menyarangkan semua tendangan penaltinya. Drama adu tos-tosan pun berakhir cepat.
Pertandingan yang berlangsung di stadion megah di Arlington ini menyajikan drama penuh ketegangan. Tiga jam tanpa gol di awal turnamen sempat membuat moral tim Australia merosot. Situasi semakin sulit ketika Jordy Bos mengalami cedera lutut.
Babak pertama yang minim peluang diwarnai taktik jual beli serangan. Optimisme Australia di menit awal, yang diawali tendangan Cristian Volpato membentur mistar, sirna. Gol pembuka Mesir datang dari sundulan Emam Ashour. Ia berhasil menyundul bola umpan silang yang lolos dari pengawalan.
Australia tertinggal, namun mereka menunjukkan mentalitas yang berbeda di babak kedua. Untuk pertama kalinya di turnamen ini, Socceroos mencetak gol saat dalam posisi tertinggal. Gol tersebut tercatat sebagai gol bunuh diri Mohamed Hany. Namun, assist indah dari Aiden O’Neill layak diapresiasi.
Pertandingan ini tak banyak memenangkan hati penonton awam. Ratusan menit laga berjalan, kedua tim hanya mampu melepaskan empat tembakan ke gawang. Namun, bagi pendukung Australia dan Mesir, ketegangan tak terlukiskan.
Menjelang akhir waktu normal, Mo Salah mulai menunjukkan tajinya. Umpan silangnya hampir berbuah gol untuk Ramy Rabia. Kiper Patrick Beach tampil gemilang menepis bola. Tendangan kapten Mesir ini juga sempat ditepis Beach.
Di babak perpanjangan waktu, kedua tim berjuang keras. Namun, tak ada gol tambahan tercipta. Baik Australia maupun Mesir sama-sama berada di ambang sejarah. Keduanya berjuang meraih kemenangan knockout pertama di Piala Dunia. Namun, hanya satu yang bisa merasakannya. Adu penalti menjadi penentu nasib.











