Messi Cetak Rekor Baru di Piala Dunia 2026: Gol ke-20 dan Torehan Fantastis Lainnya

Danu Eko

Lionel Messi kembali menunjukkan magisnya di Piala Dunia 2026. Setelah mencetak hattrick melawan Aljazair, dua gol kontra Austria, dan satu gol ke gawang Yordania, sang megabintang menambahkan satu gol lagi saat Argentina mengalahkan Tanjung Verde 3-2 di babak 32 besar. Gol pembuka dalam kemenangan dramatis tersebut merupakan golnya yang ke-20 di putaran final Piala Dunia.

Torehan ini semakin mengukuhkan rekor yang telah dipecahkannya saat Argentina melaju mulus di fase grup. Gol tersebut juga menjadi gol ketujuhnya di turnamen kali ini.

Suasana stadion sudah terasa kental dengan euforia jauh sebelum pertandingan dimulai. Para pendukung Argentina memadati jalanan, mengenakan atribut biru-putih kebanggaan mereka, sambil bersenandung dan berfoto di bawah bendera raksasa La Albiceleste. Di dalam stadion, lautan jersey nomor 10 mendominasi tribun.

Beberapa spanduk unik terpampang, salah satunya menampilkan Messi dan Diego Maradona dalam rupa orang suci, mencerminkan status idola yang disematkan banyak penggemar kepada dua ikon sepak bola Argentina ini. "Dia pahlawan kami," ujar seorang penggemar sebelum laga. "Dia seperti Tuhan bagi kami."

Kekaguman lain terdengar, "Dia menua seperti anggur berkualitas. Semakin tua, semakin hebat." Para penggemar pun yakin Messi akan meraih Sepatu Emas jika Argentina mencapai final. "Kami sudah mendapatkan begitu banyak darinya. Jika dia menang, itu fantastis, tapi apa yang telah dia lakukan untuk Argentina sudah cukup. Dia luar biasa," tambah yang lain.

Meski demikian, penampilan Messi kali ini mungkin tidak segemerlap standar luar biasanya. Tanjung Verde memberikan perlawanan sengit dan tampil penuh percaya diri, seolah melupakan perbedaan peringkat dunia yang jauh. Argentina berada di peringkat kedua, sementara Tanjung Verde di luar 60 besar.

Namun, seperti biasa, Messi selalu menemukan cara untuk membuat perbedaan. Golnya menjadi bukti bahwa ia hanya membutuhkan satu momen untuk bersinar. Dengan timing sempurna, ia menerima umpan terobosan dari Lisandro Martinez, mengontrol bola dengan sentuhan pertama yang memukau, lalu dengan tenang melepaskan bola melewati penjaga gawang Tanjung Verde.

Kini, total gol Messi menjadi tujuh. Angka ini saja sudah cukup menjadikannya top skor di lima dari enam Piala Dunia terakhir. Sejak 1978, dalam 13 edisi Piala Dunia, hanya dua kali jumlah gol ini tidak cukup untuk menjadi top skor.

Komentator BBC Radio 5 Live, James McFadden, menggambarkan penyelesaian akhir Messi sebagai "luar biasa." Ia memuji lari yang dilakukan Messi, timing yang tepat, kualitas umpan, dan sentuhan pertama yang "halus." Ally McCoist dari ITV menambahkan, "Ini jenius sedang beraksi. Satu rekor demi satu rekor. Sungguh menakjubkan."

Rekor-rekor Messi terus bertambah. Ia menjadi pemain pertama, pria atau wanita, yang mencetak 20 gol karier di Piala Dunia. Ia juga mencetak gol dalam delapan penampilan Piala Dunia berturut-turut, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pemain lain. Selain itu, ia menjadi pemain pertama yang mencetak tujuh gol atau lebih di dua Piala Dunia berbeda, setelah melakukannya pada 2022.

Yang membedakan Messi bukanlah kecepatan lari tanpa henti, melainkan pemahaman ruang dan waktu yang hampir tak tertandingi. Saat pemain lain mengejar bola, Messi justru mempelajari permainan. Di usianya yang kini 39 tahun, ia masih mampu mencetak gol dengan produktivitas tinggi. Ia memindai lapangan sebelum menerima bola, menunggu momen yang tepat, dan menghemat energi hingga saatnya tiba.

Menariknya, ada sisi lain dari permainannya di turnamen ini. "Selama bertahun-tahun, Messi terkadang berjalan di lapangan untuk mengamati situasi," kata McFadden. "Namun di sini, dia kembali untuk memenangkan bola dan memimpin tekanan. Bukan tekanan energi penuh, tapi dia memimpinnya."

Fenomena Messi mania mungkin paling terasa di Miami, selain di Argentina. Komunitas Argentina yang besar di kota ini menyambutnya sejak bergabung dengan Inter Miami pada 2023. Pengaruhnya meluas jauh melampaui lapangan hijau. Wajahnya terpampang di mana-mana, dari mural hingga memorabilia. Anak-anak mengenakan jersey nomor 10 dan bermain bola di pantai, sementara namanya diteriakkan di stadion jauh sebelum pertandingan.

Bahkan kuliner Miami pun terpengaruh. Beberapa restoran Argentina menyajikan "milanesa," hidangan daging sapi atau ayam goreng yang konon menjadi favorit Messi, bahkan ada yang menamai menu mereka untuk menghormatinya. Di zona pers, para jurnalis berkerumun demi mendapatkan kesempatan berbicara dengannya.

Fascinasi global terhadap Messi melampaui pendukung Argentina sendiri. Piala Dunia kali ini bukan hanya tentang perburuan gelar oleh satu negara, tetapi juga kesempatan bagi banyak orang untuk menyaksikan salah satu pemain terhebat sepanjang masa terus mengukir sejarah.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All