Keiko Fujimori Akhirnya Raih Kursi Kepresidenan Peru dalam Percobaan Keempat

Heni Maulidya

Keiko Fujimori, politikus konservatif Peru berdarah Jepang, akhirnya berhasil mengukir sejarah. Setelah tiga kali gagal dalam kontestasi pemilihan presiden, ia sukses memenangkan Pilpres Peru pada percobaan keempatnya. Kemenangan ini menandai babak baru dalam karier politiknya yang penuh warna.

Dalam putaran kedua pemilihan yang digelar 7 Juni lalu, Keiko meraih 50,135 persen suara. Ia unggul tipis dari kandidat kubu kiri, Roberto Sanchez, yang mendapatkan 49,865 persen suara. Pengumuman resmi kemenangan Keiko disampaikan langsung oleh Ketua Otoritas Pemilu Peru, Roberto Burneo, dalam sebuah seremoni di Lima, Jumat (3/7) waktu setempat. Ia akan didampingi Luis Fernando Galarreta Velarde sebagai wakil presiden.

Dewan Elektoral Nasional Peru dijadwalkan akan mengumumkan penetapan pemenang secara resmi pada 3 Juli. Selanjutnya, Keiko Fujimori akan dilantik sebagai presiden untuk masa jabatan lima tahun pada 28 Juli mendatang.

Keiko Sofía Fujimori Higuchi, nama lengkapnya, dikenal sebagai salah satu figur politik paling berpengaruh sekaligus kontroversial di Peru. Politikus berusia 51 tahun ini adalah putri sulung mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori, yang memimpin negara itu dari tahun 1990 hingga 2000.

Jejak karier politik Keiko dimulai sejak usia muda. Pada 1994, saat ibunya, Susana Higuchi, berpisah dengan Alberto Fujimori, Keiko yang baru berusia 19 tahun ditunjuk sebagai Ibu Negara Peru. Ia menjalankan peran tersebut hingga akhir masa pemerintahan ayahnya.

Setelah Alberto Fujimori lengser pada tahun 2000 akibat skandal korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia, Keiko membangun karier politiknya sendiri. Ia terpilih menjadi anggota Kongres Peru pada 2006. Tak lama kemudian, ia mendirikan partai politik Fuerza Popular.

Perjalanan politik Keiko diwarnai empat kali pencalonan sebagai presiden. Ia pernah kalah tipis dari Ollanta Humala pada Pilpres 2011. Pada tahun 2016, ia kembali kalah dari Pedro Pablo Kuczynski dengan selisih tipis sekitar 40 ribu suara. Kekalahan kembali dirasakannya pada Pilpres 2021 dari Pedro Castillo.

Keberadaan komunitas keturunan Jepang di Peru sendiri telah berlangsung ratusan tahun. Para imigran Jepang mulai berdatangan sejak akhir abad ke-19, sebagian besar untuk bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Selama lebih dari satu abad, komunitas Jepang tumbuh dan menjadi bagian integral masyarakat Peru. Mereka berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari bisnis, kuliner, hingga ranah politik.

Keluarga Fujimori telah lama menancapkan pengaruhnya dalam kancah politik Peru. Dimulai dari kepemimpinan Alberto Fujimori selama satu dekade. Meskipun pemerintahannya diwarnai kasus korupsi dan pelanggaran HAM, keluarga Fujimori tetap memiliki basis pendukung yang kuat melalui gerakan politik yang dikenal sebagai Fujimorismo. Keberhasilan Keiko kali ini membuktikan ketahanan pengaruh tersebut.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All