Pembalap MotoGP, Maverick Vinales, secara terbuka mengakui bahwa cedera bahu yang dialaminya belum sepenuhnya pulih. Ia memperkirakan kondisi tersebut belum akan beres sepenuhnya saat seri Grand Prix Jerman mendatang.
Insiden yang menyebabkan masalah bahu Vinales terjadi di Jerman tahun lalu. Sejak saat itu, ia menjalani pemulihan yang panjang. Proses ini bahkan melibatkan beberapa kali operasi.
Vinales kembali membalap setelah operasi terakhirnya. Operasi tersebut dilakukan pasca Grand Prix Amerika Serikat. Namun, pembalap Red Bull KTM Tech3 ini masih merasakan kurangnya kekuatan di bahu kanannya yang cedera.
Ia mengungkapkan bahwa jadwal balapan yang padat justru menghambat proses pemulihannya. "Masalahnya, dengan banyaknya balapan beruntun, saya tidak bisa berlatih," ujar Vinales. Ia membutuhkan waktu untuk memulihkan dan membangun kembali kekuatan bahunya.
"Terutama setelah Mugello, saya benar-benar hancur. Saya butuh dua minggu untuk pulih," tambahnya. Meskipun senang bisa kembali mengendarai motor, Vinales merasa jeda musim panas akan sangat membantu.
Perbedaan kekuatan antara bahu kanan dan kirinya masih terasa signifikan. Vinales menargetkan untuk kembali ke performa terbaiknya, terutama secara fisik. Ini menjadi fokus utamanya hingga akhir musim.
Meski demikian, Vinales berhasil finis di posisi ke-13 pada Grand Prix Belanda di Assen. Ia merasa kondisinya membaik dibanding saat pertama kali kembali di Mugello. "Tidak terlalu buruk," katanya tentang balapan tersebut.
"Sangat berat, karena kemarin saya mulai merasakan lebih banyak sakit di bahu," lanjutnya. Namun, ia bersyukur kondisinya membaik. Ia merasa peningkatan pada kondisi tubuhnya, terutama sisi kanan.
"Lomba pertama di Mugello adalah bencana, terutama untuk arm pump. Di sini sangat fantastis," ucap Vinales. Ia merasa nyaman sepanjang balapan dengan lengan kanannya.
Namun, Vinales menyadari masih perlu banyak perbaikan. "Dari tikungan enam ke tujuh, dan di tikungan 13 dan 14, saya kehilangan 0,6 detik," jelasnya. Di bagian lain lintasan, ia merasa setara dengan pembalap KTM terbaik.
"Jadi, ini soal bekerja keras dan mencoba menjadi lebih baik di area lain," katanya. Baginya, ini adalah masalah kekuatan yang menjadi kendala. Ia melihat dirinya cepat di bagian lintasan lainnya.
Dengan jeda yang ada, Vinales berharap dapat memaksimalkan pemulihan dan latihan. Ia ingin kembali kompetitif dan mencapai target fisiknya. Kembalinya ke level optimal menjadi prioritas utama Vinales di sisa musim ini.











