Inggris bersiap memasuki era baru konektivitas seluler. Operator telekomunikasi terkemuka, Virgin Media O2, mengumumkan rencana ambisius untuk mematikan jaringan seluler 2G yang telah beroperasi selama lebih dari tiga dekade. Keputusan strategis ini merupakan langkah signifikan dalam percepatan transformasi jaringan menuju teknologi yang lebih modern dan efisien.
Langkah penghentian layanan 2G ini dijadwalkan akan dimulai pada awal musim panas, sekitar Juni 2029. Kebijakan ini menjadi bagian integral dari "Mobile Transformation Plan" perusahaan. Sebelumnya, Virgin Media O2 telah berhasil menonaktifkan jaringan 3G pada akhir tahun 2025, setelah melalui serangkaian uji coba yang cermat.
Tujuan utama di balik penutupan jaringan 2G adalah untuk mengalihkan seluruh pelanggan ke jaringan 4G dan 5G. Teknologi generasi terbaru ini menawarkan efisiensi, keandalan, serta kapasitas yang jauh lebih superior. Jaringan modern tersebut dinilai mampu memenuhi lonjakan kebutuhan konektivitas digital yang terus meningkat dari masyarakat.
Virgin Media O2 berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan maksimal kepada para pelanggannya selama masa transisi. Perusahaan akan proaktif menghubungi pelanggan, terutama yang masih menggunakan perangkat lama. Tujuannya adalah memberi waktu yang cukup bagi mereka untuk bersiap dan melakukan peningkatan perangkat jika diperlukan.
Saat ini, penggunaan jaringan 2G di jaringan Virgin Media O2 sangatlah minim, hanya menangani kurang dari 0,5% dari total lalu lintas data. Layanan 2G bahkan sudah tidak lagi digunakan untuk kebutuhan roaming data internasional. Meskipun demikian, jaringan 2G yang terbilang tua ini masih mengonsumsi lebih dari 10% total energi dari seluruh menara pemancar (BTS) milik perusahaan. Kondisi ini menunjukkan ketidak-efisienan dan keandalan yang menurun dibandingkan dengan teknologi jaringan terbaru.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen global untuk memodernisasi infrastruktur telekomunikasi. Virgin Media O2 juga telah menandatangani pernyataan sukarela penghentian jaringan 2G yang dipimpin oleh pemerintah Inggris. Pernyataan ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan cakupan layanan dan mendukung kelancaran transisi bagi dunia usaha.
Jeanie York, Chief Technology Officer Virgin Media O2, menekankan investasi besar yang digelontorkan perusahaan untuk memperkuat infrastruktur jaringan seluler. "Kami menginvestasikan 700 juta euro tahun ini untuk mentransformasi jaringan seluler kami dan memastikan jaringan tersebut mampu mengikuti pertumbuhan permintaan konsumen," ujar York. Ia menambahkan bahwa penghentian jaringan 2G memungkinkan perusahaan untuk memusatkan investasi pada layanan 4G dan 5G yang lebih andal dan efisien.
York meyakinkan bahwa pengalaman sukses mematikan jaringan 3G pada 2025 menjadi bekal berharga. "Kami tahu persis bagaimana melakukannya secara bertanggung jawab dan tanpa mengganggu pelanggan," jelasnya. Meskipun sebagian besar pelanggan tidak perlu melakukan tindakan apa pun, pelaku usaha yang masih bergantung pada perangkat berbasis 2G disarankan untuk segera merencanakan migrasi. Virgin Media O2 akan terus memberikan informasi secara langsung kepada pelanggan sepanjang proses migrasi berlangsung.











