Chesterfield – Sebuah penyelidikan mendalam atas kematian pesepakbola Maddy Cusack mengungkap adanya kekhawatiran yang telah disampaikan mengenai manajer Jonathan Morgan sebelum tragedi itu terjadi. Mantan kiper Sheffield United, Nina Wilson, memberikan kesaksian di pengadilan pada Jumat lalu. Ia menyatakan telah berusaha menyuarakan keprihatinan tentang Morgan. Namun, Wilson merasa suaranya tidak didengarkan.
Kesaksian Wilson di pengadilan inkuisitori Chesterfield ini juga mengungkapkan dampaknya terhadap kariernya. Ia mengaku mengakhiri karier sepakbolanya di usia 25 tahun akibat pengalaman tersebut. Baik dirinya maupun mendiang Maddy Cusack tidak mengetahui siapa petugas perlindungan klub. Wilson mengajukan sejumlah rekomendasi kepada pengadilan. Termasuk pentingnya jalur pelaporan bagi pemain menjadi lebih jelas. Ia juga menekankan perlunya pendidikan kesehatan mental sebagai bagian wajib kualifikasi pelatih.
Namun, kesaksian di hari yang sama menghadirkan perspektif berbeda. Mantan pemain Sheffield United dan asisten pelatih Morgan, Luke Turner, membantah pernah menyaksikan Morgan melakukan perundungan. Ia tidak melihat Morgan mem-bully Cusack atau pemain lain secara pribadi. Ketika ditanya oleh Morgan sendiri, mantan pemainnya, Naomi Hartley, menjawab ia tidak melihat perundungan. Namun, ia merasa banyak orang terintimidasi oleh Morgan.
Persidangan juga mendengar kesaksian mengenai kondisi staf yang kekurangan sumber daya. Hal ini terjadi saat klub divisi kedua tersebut bertransisi dari status paruh waktu ke penuh waktu pada musim panas 2023. Dokter tim wanita saat itu, Dr. Subhashis Basu, menggambarkan situasi yang sangat menantang. Staf sangat terbatas. Basu bahkan harus mengatur pemesanan lapangan latihan, mengambil makan siang pemain dari Tesco, dan menyimpan obat-obatan di rumahnya. Akses ruang medis privat untuk tim wanita juga seringkali terbatas.
Dr. Basu menambahkan, lingkungan kerja sangat sulit. Fasilitas latihan kerap berpindah dan sulit menemukan venue yang memadai. Wilson, yang pernah bermain untuk banyak klub ternama, menyebut kematian sahabatnya, Cusack, pada 20 September 2023, bisa dicegah. Ia menggambarkan Cusack sebagai sosok yang sangat percaya diri, lucu, dan selalu peduli pada orang lain. Namun, Wilson melihat perubahan drastis dalam sikap Cusack sejak Februari 2023. Perubahan itu terjadi setelah Morgan ditunjuk sebagai manajer.
Wilson mengaku telah melaporkan masalah terkait Morgan kepada pihak klub. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil. Ia hanya mendapat jawaban bahwa Morgan adalah manajer. Rincian keluhan Wilson tidak diungkapkan di pengadilan. Sheffield United sendiri telah melakukan investigasi internal terkait kematian Cusack pada 2023, namun tidak menemukan adanya kesalahan. Staf senior klub dijadwalkan memberikan kesaksian minggu depan.
Di ruang ganti, Wilson mengklaim hanya kapten Sophie Barker yang memberikan pandangan positif terhadap penunjukan Morgan. Wilson menuduh Morgan menciptakan perpecahan dalam tim. Ia membuat semua orang merasa was-was. Pemain yang tidak mendapatkan kesempatan bermain harus berlatih sendiri, terpisah dari tim.
Turner, yang kini menjadi asisten manajer di tim Women’s Super League 2, tidak mengingat Morgan pernah membuat pemain berlatih seperti itu. Ia juga tidak pernah mendengar Cusack mempertanyakan perilaku Morgan. Mengenai kekhawatiran atas penunjukan Morgan di awal 2023, Turner hanya mendengar bahwa Morgan "bukan pelatih terbaik di lapangan" dari perspektif taktis. Ia tidak mendengar keluhan lain.
Turner juga mengkonfirmasi keterangan Dr. Basu tentang keterbatasan staf. Saat itu, staf yang tersisa harus merangkap banyak tugas. Ia juga menjadi orang yang pertama kali menyampaikan kekhawatiran tentang suasana hati Cusack yang sedang menurun kepada Morgan dan fisioterapis tim. Morgan dan tim medis kemudian melaporkannya ke Dr. Basu. Pada panggilan 6 September 2023, Cusack tampak kewalahan dan membutuhkan waktu untuk berpikir. Dr. Basu menilai Cusack berisiko rendah bunuh diri, namun berisiko tinggi mengalami penurunan kondisi.
Hartley, rekan setim Cusack, menggambarkan mendiang sebagai pribadi yang ceria dan selalu membawa energi positif. Ia juga menjadi tempat curhat bagi banyak orang. Namun, Hartley mengakui bahwa jika seseorang tidak disukai Morgan, maka akan sulit. Ia sendiri tidak pernah melihat Morgan melakukan perundungan.
Nardia O’Connor, seorang pakar kesehatan mental, juga memberikan kesaksian. Ia diminta keluarga Cusack untuk membantu putri mereka pada awal September 2023. O’Connor menyatakan Cusack kesulitan menyeimbangkan tuntutan pekerjaan pemasarannya di klub dengan kontrak sepakbolanya. Cusack juga mengkhawatirkan komitmen finansial terkait rumahnya. Inkuisitori masih berlanjut hingga 10 Juli.











