Ketegangan Iran dan Israel Memanas, Menlu Araghchi Minta AS Jinakkan ‘Hewan Peliharaan’ di Tel Aviv

Heni Maulidya

Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Araghchi mendesak Washington untuk segera mengambil langkah konkret guna mengontrol Israel.

Dalam pernyataannya yang tajam, Araghchi menyebut Israel sebagai hewan peliharaan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan sekutunya di Tel Aviv tetap dalam kendali.

Peringatan ini disampaikan Araghchi melalui platform media sosial X. Ia merujuk pada Nota Kesepahaman atau MoU Islamabad yang telah disepakati sebelumnya antara Iran dan Amerika Serikat sebagai acuan utama dalam menjaga stabilitas kawasan.

Araghchi menegaskan bahwa Presiden AS telah berkomitmen untuk membungkam tindakan agresif dari pihak Israel. Jika komitmen tersebut diabaikan, Iran menyatakan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas secara mandiri.

Pernyataan keras ini muncul sebagai respons atas provokasi dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Belakangan ini, Katz secara terbuka menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamanei, telah menjadi target pembunuhan oleh pihak Israel.

Selain ancaman fisik, Katz juga menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir. Hal tersebut ia sampaikan meski Teheran saat ini sedang dalam proses pembicaraan dengan Washington terkait nota kesepahaman yang ada.

Araghchi memberikan peringatan tegas jika Israel tetap membangkang terhadap perintah Amerika Serikat. Iran menjanjikan balasan yang kuat dan segera bagi pihak mana pun yang mengancam kedaulatan rakyat maupun kepemimpinan mereka.

Situasi ini terjadi di tengah rencana pembicaraan lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar, pada Juli ini. Berdasarkan sumber dari pihak Pakistan yang berperan sebagai mediator, negosiasi tersebut kemungkinan besar akan digelar pada minggu ketiga bulan Juli.

Agenda utama pertemuan di Doha adalah mempercepat implementasi Nota Kesepahaman Islamabad. Upaya diplomatik ini diharapkan mampu meredam eskalasi konflik yang terus membayangi kawasan Timur Tengah.

Hingga kini, dunia internasional terus memantau perkembangan hubungan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Publik menunggu langkah konkret Washington dalam merespons desakan Iran demi menjaga perdamaian yang semakin rapuh di kawasan tersebut. Pihak berwenang di Iran menegaskan bahwa setiap ancaman akan direspons dengan langkah pertahanan yang sepadan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All