Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengeluarkan pernyataan kontroversial jelang laga babak 16 besar Piala Dunia melawan Meksiko. Tuchel menyarankan orang tua mengizinkan anak-anak mereka begadang hingga dini hari demi menyaksikan perjuangan The Three Lions.
Pertandingan yang digelar di Mexico City ini akan dimulai pukul 01.00 waktu Inggris pada Senin mendatang. Jika laga berlanjut hingga adu penalti, pertandingan diprediksi baru akan berakhir sekitar pukul 04.00.
Tuchel dengan santai menyarankan orang tua untuk menulis surat izin sekolah. Menurutnya, momen Piala Dunia yang hanya terjadi empat tahun sekali lebih berharga daripada satu hari pelajaran di kelas.
Pernyataan ini memicu perdebatan sengit antara orang tua dan pihak sekolah. Di satu sisi, banyak yang setuju dengan Tuchel demi kenangan masa kecil yang tak terlupakan. Namun, sebagian orang tua khawatir akan performa akademik anak mereka keesokan harinya.
Pemerintah Inggris melalui Perdana Menteri Sir Keir Starmer telah memberikan kelonggaran dengan mengizinkan pub buka hingga pukul 05.00. Meski begitu, sikap pemerintah terhadap dunia pendidikan tetap tegas.
Juru bicara Downing Street menegaskan bahwa keputusan akhir ada di tangan orang tua. Namun, mereka tetap menekankan pentingnya siswa hadir di sekolah pada Senin pagi.
Menteri Pendidikan Bridget Philipson pun memberikan tanggapan senada. Ia tidak ingin mencampuri urusan jam tidur anak, namun tetap meminta agar siswa diupayakan tetap masuk sekolah.
Sebaliknya, Sekretaris National Education Union, Daniel Kebede, justru meminta sekolah lebih fleksibel. Ia mengusulkan agar sekolah memberikan toleransi waktu masuk pada Senin pagi bagi siswa yang menonton pertandingan.
Solusi kreatif datang dari Steve Heal, Kepala Sekolah Dasar Malmesbury Church of England di Wiltshire. Ia berencana memutar tayangan ulang pertandingan pada pukul 07.00 pagi.
Heal meminta orang tua untuk tidak membocorkan skor pertandingan kepada anak-anak sebelum mereka tiba di sekolah. Langkah ini diambil agar seluruh siswa bisa merasakan emosi kemenangan atau kekalahan bersama-sama.
Pihak sekolah bahkan menyiapkan makanan dan kursi tambahan untuk 420 siswa. Meski begitu, Heal memperkirakan hanya separuh siswa yang akan hadir tepat waktu.
Di sisi lain, Menteri Keterampilan Baroness Jacqui Smith menentang keras ide membolos. Ia menilai pendidikan adalah prioritas utama dan tidak ingin melihat generasi muda kehilangan waktu belajar berharga.
Perdebatan ini mencerminkan betapa besarnya gairah sepak bola di Inggris. Bagi sebagian pihak, ini adalah momen nasional yang menyatukan. Bagi yang lain, kedisiplinan sekolah tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.











