Bintang sepak bola Riyad Mahrez resmi memutuskan untuk mengakhiri karier internasionalnya bersama tim nasional Aljazair. Keputusan ini diambil menyusul langkah Aljazair yang harus terhenti di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Pemain sayap yang pernah merumput di Leicester City dan Manchester City tersebut menutup lembaran karier bersama negaranya dengan status legenda. Mahrez tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak kedua sepanjang sejarah Aljazair.
Ia membukukan 123 penampilan, hanya kalah dari rekan setimnya, Aissa Mandi. Selain itu, Mahrez juga menempati urutan kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Aljazair.
Sepanjang kariernya, pemain yang memiliki teknik olah bola mumpuni ini sukses mengoleksi 40 gol. Torehannya hanya tertinggal dari Islam Slimani yang masih memegang rekor dengan koleksi 49 gol.
Salah satu pencapaian puncak Mahrez terjadi pada tahun 2019 saat ia memimpin Aljazair menjuarai Piala Afrika. Momen itu menjadi sejarah besar bagi negara tersebut setelah penantian panjang sejak 1990.
Dalam turnamen tersebut, Mahrez tampil sebagai pahlawan melalui gol tendangan bebas krusial di masa injury time pada babak semifinal melawan Nigeria. Kemenangan tersebut memuluskan jalan mereka menundukkan Senegal di partai final.
Piala Dunia 2026 pun menjadi panggung terakhir yang cukup manis bagi sang pemain. Meski timnya harus tersingkir lebih awal, Mahrez menunjukkan performa impresif selama kompetisi berlangsung.
Dalam empat pertandingan yang ia jalani, Mahrez terlibat langsung dalam terciptanya tiga gol. Ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor sebanyak dua kali saat menghadapi Austria.
Selain gol, ia juga menyumbangkan satu assist penting ketika Aljazair berhadapan dengan Jordan. Catatan tersebut menjadikannya pemain Aljazair pertama yang mampu terlibat dalam tiga gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Keputusan pensiun ini tentu menjadi kehilangan besar bagi skuad berjuluk Les Fennecs. Mahrez tidak hanya meninggalkan catatan statistik yang mentereng, tetapi juga kepemimpinan di atas lapangan.
Kini, fokus Mahrez diperkirakan akan sepenuhnya beralih ke karier di level klub. Para penggemar sepak bola Aljazair dipastikan akan selalu mengenang kontribusi besar yang telah ia berikan selama bertahun-tahun.
Kepergian Mahrez menandai berakhirnya sebuah era bagi generasi emas sepak bola Aljazair. Publik kini menanti siapa sosok yang mampu menggantikan peran vital pemain berusia tersebut di masa depan.











