Kontroversi Piala Dunia 2026: FIFA Dituding Beri Keistimewaan Khusus untuk Lionel Messi

Muzairi M

Gelaran Piala Dunia 2026 tengah menjadi sorotan tajam dunia sepak bola. FIFA kini berada di bawah tekanan besar menyusul tuduhan adanya pengaturan hasil pertandingan untuk memuluskan jalan Argentina menjadi juara.

Isu ini mencuat setelah insiden dalam laga babak kedua antara Amerika Serikat melawan Bosnia & Herzegovina, Jumat 3 Juli 2026. Amerika Serikat sukses memenangkan laga dengan skor 2-0, namun keputusan wasit melalui intervensi VAR memicu perdebatan panas.

Penyerang andalan Amerika Serikat, Folarin Balogun, diganjar kartu merah setelah wasit meninjau tayangan ulang VAR. Keputusan ini dinilai sangat janggal oleh banyak pihak karena ketidakadilan yang tampak nyata dibandingkan insiden serupa.

Sebelumnya, Lionel Messi diketahui melakukan pelanggaran dengan karakteristik serupa di laga berbeda. Namun, sang mega bintang Argentina itu tidak mendapatkan sanksi tegas dari perangkat pertandingan.

Media Inggris ternama, The Telegraph, dalam laporannya menyoroti adanya perbedaan perlakuan yang mencolok di turnamen ini. Mereka menyebut secara sarkastis bahwa terdapat aturan khusus bagi Messi yang berbeda dengan pemain lainnya.

Jurnalis sepak bola ternama, James Ducker, turut melontarkan kritik keras terkait inkonsistensi penggunaan teknologi VAR. Ia mempertanyakan bagaimana dua insiden yang nyaris identik bisa menghasilkan hukuman yang sangat jauh berbeda.

Ducker menegaskan bahwa keputusan wasit dalam turnamen ini jauh dari kata ideal. Ia bahkan tidak segan melontarkan kata-kata pedas dengan menyebut situasi ini sudah mendekati tindakan korupsi.

Dampak dari keputusan kontroversial tersebut sangat merugikan tim tuan rumah, Amerika Serikat. Balogun dipastikan harus absen dalam pertandingan krusial melawan Belgia mendatang. Absennya sang striker tentu mengancam peluang Amerika Serikat untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Lebih jauh, Ducker mempertanyakan integritas FIFA dalam mengawal jalannya turnamen. Muncul spekulasi apakah ada upaya sistematis dari pihak tertentu untuk mengarahkan trofi juara kembali ke tangan Lionel Messi dan timnas Argentina.

Hingga berita ini diturunkan, pihak FIFA belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan ketidakadilan tersebut. Kontroversi ini menambah daftar panjang kritik terhadap implementasi VAR yang seharusnya menjadi alat untuk menjamin keadilan di atas lapangan hijau.

Publik kini menanti transparansi dari otoritas sepak bola dunia agar sportivitas tetap terjaga. Jika tidak segera diatasi, kredibilitas Piala Dunia 2026 sebagai ajang sepak bola paling bergengsi di dunia terancam akan terus dipertanyakan oleh para penggemar dan pengamat sepak bola global.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All