Gelombang panas ekstrem yang melanda China belakangan ini memicu fenomena unik di berbagai wilayah. Sejumlah gedung tinggi dilaporkan memasang sistem pendingin udara raksasa atau AC outdoor tepat di bagian atap bangunan.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya darurat menghadapi suhu panas yang kian tidak tertahankan. Dalam sepekan terakhir, suhu udara di kawasan Ibu Kota Nasional atau NCR bahkan dilaporkan menembus angka 51 derajat Celsius.
Kondisi cuaca di China saat ini memang tergolong sangat berbahaya. Pada malam hari pun, suhu udara masih bertahan di atas 40 derajat Celsius, membuat suasana di dalam apartemen terasa seperti berada di dalam oven tertutup.
Bahkan, penggunaan alat pendingin konvensional seperti kipas angin maupun Air Conditioner ruangan biasa sudah tidak lagi efektif meredam panas. Fenomena pulau panas perkotaan atau urban heat island disebut memperparah kondisi cuaca di pusat-pusat kota yang padat penduduk.
Sebuah video yang viral di platform media sosial X memperlihatkan sistem pendingin kabut atau mist cooling system sedang beroperasi di atap gedung. Sistem ini diklaim mampu menurunkan suhu lingkungan sekitar hingga 3 sampai 6 derajat Celsius.
Meskipun menarik perhatian publik, NDTV menyatakan bahwa keaslian rekaman video tersebut belum dapat diverifikasi secara resmi. Namun, penggunaan teknologi pendingin kabut di ruang terbuka bukanlah hal baru.
Teknologi ini bekerja menggunakan prinsip pendinginan penguapan atau evaporative cooling. Sistem akan menyemprotkan kabut air berukuran mikroskopis ke udara guna menyerap panas lingkungan sekitar.
Dengan menggunakan sistem bertekanan tinggi, kabut yang dihasilkan sangat halus. Hal ini memastikan permukaan di sekitar gedung maupun orang yang berada di dekatnya tidak menjadi basah akibat semprotan air tersebut.
Teknologi serupa sebenarnya sudah lazim ditemukan di berbagai tempat seperti restoran, kafe, taman, hingga area gudang penyimpanan. Keunggulan utamanya terletak pada efisiensi penggunaan listrik dan air yang jauh lebih hemat dibandingkan pendingin ruangan konvensional.
Oleh karena itu, sistem ini dianggap sebagai solusi pendinginan luar ruangan yang sangat ekonomis bagi gedung bertingkat. Di tengah krisis iklim yang menyebabkan gelombang panas ekstrem, inovasi seperti ini menjadi cara masyarakat untuk bertahan di tengah suhu yang terus melonjak.
Hingga saat ini, otoritas terkait masih terus memantau perkembangan suhu di berbagai wilayah China. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak kesehatan akibat paparan suhu ekstrem yang berkepanjangan selama puncak musim panas berlangsung.











